Bahas Nanoteknologi, FMIPA Undang Pakar Dari Spanyol dan Jepang

0
55

DSC_1242

Nanoteknologi atau Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau material-nano (nanomaterials).

Nanoteknologi saat ini sudah banyak digunakan dalam bidang sains, antara lain biomedis, elektronik, magnetik, optik, IT, ilmu material, komputer, tekstil, kosmetika, bahkan obat-obatan. Untuk menambah wawasan dan mendalami apa itu Nanoteknologi serta manfaatnya bagi ilmu pengetahuan, Fakultas MIPA Universitas Sebelesa Maret (UNS) menyelenggarakan General Lecture (Kuliah Umum) dengan mengundang pakar dari Spanyol, Prof. Santiago Gomez Ruiz dari Rey Juan Carlos University, Móstoles(Madrid) Spanyol.

DSC_1180

Kuliah Umum yang diselenggarakan pada hari Rabu, 6 September 2017 di Aula Gedung C Fakultas MIPA UNS dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi (prodi) diantaranya dari prodi Fisika, Kimia, Biologi dan Farmasi. Tampak hadir Dekan FMIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan yang memberikan sambutan sekaligus berkenan membuka acara.

Dalam sambutannya, Prof Ari mengajak kepada mahasiswa untuk bisa menggali ilmu dari pakar, sehingga bisa mengembangkan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.

“Saya kira acara semacam ini (kuliah tamu) sangat bagus, guna menambah wawasan keilmuan para mahasiswa dan dosen. Apalagi pembicara yang kita undang dari universitas ternama dengan kepakaran ilmu yang tidak diragukan lagi” ujarnya.

Prof. Santiago banyak berbicara tentang penerapan teknonolgi nano pada dunia kedokteran (nanomedicine). Dunia kedokteran sangat terpengaruh oleh kemajuan teknologi, selama ini teknologi konvensional belum mampu bekerja pada tingkat gen / molekuler, dengan adanya teknologi baru (Nanoteknologi), pengobatan suatu penyakit dapat dilakukan pada tingkat gen/molekuler.

Teknologi konvensional kebanyakan juga tidak mampu memilah antara sel baik dan sel jahat, misalnya saja kanker. Ketika dilakukan kemoterapi, sel-sel baik secara langsung juga terkena dampaknya meski sedikit. Selain itu, kelemahan lain dari pengobatan konvensional adalah dapat mempengaruhi area tubuh di sekitarnya. Diharapkan, kelemahan-kelamahan teknologi konvensional tersebut bisa diatasi dengan teknologi pada tingkat gen/molekuler dengan teknologi nano. Diharapkan dengan nanomedicine dapat mengatasi masalah, sehingga pengobatan penyakit menjadi lebih cepat, efektif dan efisien. Diagnosa penyakit lebih cepat dan tepat, membunuh sel kanker jadi lebih efektif.

Hingga saat ini nanoteknologi sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Mulai dari dibidang medis, automotif, kosmetik, komputer, industri pangan, militer, tekstil, olahragasampai serat optik. Nanoteknologi  sudah terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.  Nanoteknologi juga sangat berperan dalam IT (Information Technology). [M2]