ari syektiPara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menunjukkan inovasinya. Kali ini tim peneliti dari FMIPA UNS berhasil membuat kampas rem kereta dari bahan limbah.

Ketua tim peneliti FMIPA UNS, Dr. Sayekti Wahyuningsih mengatakan, kebutuhan kampas rem kendaraan maupun kereta api akan semakin banyak. Peluang pasar itu dijawab FMIPA UNS dengan melahirkan inovasi kampas rem yang terbuat dari berbagai bahan limbah. Produk inovasi ini dipastikan lebih bersaing harganya karena 90 persen merupakan kandungan lokal.

Lanjut Sayekti, kampas rem berbahan komposit dibuat dari komponen organik dan anorganik yang semuanya diperoleh dari limbah dan bahan yang mudah diperoleh. Diantaranya Titanium, diperoleh dari limbah pengolahan timah di Bangka, besi diperoleh dari pasir di Kulonprogo dan untuk prakteknya digunakan getah mete atau asam semut jambu mete dari Wongiri.

“Kampas rem KA inovasi UNS siap diproduksi massal dengan rekanan PT Rem Komposit Indonesia. PT KAI sudah memesan kampas rem berbahan komposit hasil inovasi UNS,” ujar Sayekti.

Seperti kampas luar negeri yang selama ini beredar, kampas hasil inovasi UNS tersebut bisa bertahan tiga bulan.

Hasil inovasi tersebut saat ini tengah diupayakan untuk menjalani berbagai uji koefisien friksi, uji performa, dan lainnya untuk meyakinkan kualitasnya tak kalah dengan produk impor.

Menurut  Sayekti, performa maupun uji pengunaan kampas rem sudah memenuhi standar nasional. Kualitas kampas sudah seperti produksi luar negeri yang selama ini beredar dipasaran.  Produk inovasi UNS didanai Program Pengembanan Teknologi untuk Inustri Kemenristek Dikti.

Meski kecil, kampas rem merupakan barang konsumtif yang jumlah pemakaiannya cukup besar mengingat banyaknya KA yang dioperasikan di Indonesia. Dengan memproduksi sendiri kampas rem KA maka bisa mengurangi impor. Ini pasti bisa menekan devisa mengingat selama ini bahan baku kampas masih banyak yang impor. [ Dari Tabloid Sebelas Maret /astuti/sebelas maret]

 

wisuda 2017Sebanyak 103 wisudawan dilepas oleh Dekan FMIPA pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 bertempat di Ruang Aula gedung C. Tampak wajah-wajah ceria terpancar dari para wisudawan yang duduk rapi di deretan depan.

Sebanyak enambelas wisudawan berpredikat cumlaude (lulus dengan pujian) dengan IPK tertinggi 3,73 diraih oleh Yesi Ihdina Fityatal Hasanah dari Program Studi Kimia dengan masa studi 52 bulan.

Dalam laporannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Desi Suci Handayani mengatakan bahwa sampai saat ini Fakultas MIPA telah mewisuda sebanyak 3390 mahasiswa dengan rincian Prodi Matematika sebanyak 1020 mahasiswa, Fisika (662), Kimia (712), Biologi (762) dan Informatika (234) mahasiswa.

“Dari 3390 lulusan, sebanyak 255 diantaranya berpredikat cumlaude.” Demikian dikatakan oleh Dr. Desi.

Sementara itu Dekan FMIPA, Prof. Ir. Ari Handono Ramelan berpesan agar ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan ini juga dihadirkan salah seorang alumni yang juga merupakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Surakarta, Syamsul Hadi, S.Si. untuk bisa memotivasi para lulusan. Syamsul mengajak para lulusan untuk aktif di Ikatan Alumni, mengembangkan jejaring dan  menyingsingkan lengan baju untuk ikut membangun negeri.

“Bekal hidup tidak hanya sekedar ilmu dibangku kuliah, tapi juga ilmu softskill. Mari kita ikut aktif membangun negeri, karena ditangan kalian (pemuda) nasib bangsa ini ditentukan,” demikian kata Syamsul.

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada para lulusan yang diberikan oleh masing-masing ketua Program Studi. [M2]

????????????????????????????????????

FMIPA miliki videotron pertama di UNS

Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S pada Selasa (7/2) meresmikan gedung baru Fakultas MIPA. Gedung lima lantai yang pembangunannya selesai pada akhir tahun 2016 dilengkapi dengan ruang Aula, Laboratorium Terpadu, serta ruang pertemuan ini mengusung konsep yang berbeda. Hal ini terlihat dari ruang aula yang terletak di lantai paling atas yang dilengkapai dengan fasiltas videotron.  Untuk pertama kalinya di UNS sebuah ruang seminar dilengkapi fasiltas videotron yang cukup besar.

Penghematan yang signifikan bisa dilakukan ketika menggunakan videotron, karena setipa event/kegiatan tidak perlu lagi membuat backdrop.

????????????????????????????????????

Pemotongan tumpeng menandai peresmian gedung C FMIPA

“Saya mengapresiasi kepada pimpinan fakultas atas inisiasinya membuat ruang aula yang cukup megah dengan fasilitas yang bagus. Apalagi fasilitas ini (videotron) adalah yang pertama di UNS, dan semoga bisa ditiru oleh fakultas yang lain,” demikian dikatakan oleh Ravik Karsidi.

Terspisah dekan Fakultas MIPA, Prof Ari Handono mengatakan bahwa aula yang dibangun menggunakan konsep multi fungsi untuk efisiensi ruangan.  Aula bisa disekat menjadi sepuluh ruangan untuk kegiatan belajar megajar ketika tidak digunakan untuk kegiatan seminar atau yang lainnya. Sehingga pengguanaan ruang bisa menjadi efektif dan efisien.  [M2]

riset-sawit

Tim FMIPA UNS merebut Juara II Lomba Riset Sawit Mahasiswa 2016

Salah satu tim dari dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (FMIPA-UNS) Surakarta berhasil merebut juara II pada Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, Selasa-Kamis (13-15/12/2016). Lomba Riset Sawit tingkat mahasiswa yang merupakan salah satu rangkaian acara Pekan Riset Sawit Indonesia yang diselenggarakan  oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) bertempat di International Conventional Convention Centre Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tim yang beranggotakan Marta Nauqinida, Kurnia, dan Septi Pujiasih mengangkat riset tentang pemanfaatan limbah tandan kelapa sawit untuk penanganan limbah zat warna industri pabrik, dan berhasil mengalahkan 360 tim pendaftar dari perguruan tinggi lain.

Penelitian tentang pemanfaatan limbah tandan kelapa sawit dilatabelakangi oleh pemasalahan lokan yang terjadi di kota Solo dan sekitarnya. Menurut salah satu anggota tim, Marta Nauqinida, pengolahan limbah zat warna dari industry pabrik biasanya langsung dibuang sungai. Dimana hal ini menimbulkan masalah lingkungan.

Masih menurut Marta, zat warna yang dibuang akan mengakibatkan sungai tercemar. Dengan limbah tandan kelapa sawit yang sudah kita olah akan menjerat zat warna tersebut, sehingga air atau limbah zat warna tersebut sudah aman jika harus dibuang ke sungai.

Fakultas MIPA-UNS pada Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa ini, menerjunkan tiga tim yang kesemuanya berasal dari prodi Kimia.

Pekan Riset Sawit BPDP-KS
Kegiatan Pekan Riset Sawit Indonesia yang diadakan Badan Pengelola Dana  Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mendapatkan apresiasi tinggi dari kalangan peneliti dan akademisi di Indonesia.

Menurut Direktur BPDP-KS, Bayu Krisnamurthi, pekan riset sawit Indonesia merupakan sarana untuk mempertemukan peneliti dengan pelaku di industri sawit.

Dalam acara ini, peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang telah berjalan selama 1 tahun, serta memamerkan produk-produk hasil penelitian.

“Penelitian dan pengembangan juga merupakan sarana yang digunakan untuk menjawab tantangan mengenai isu yang dikaitkan dengan sustainability, kerusakan lingkungan dan kebakaran,” jelas Bayu dalam Acara Pekan Riset Sawit Indonesia yang berlangsung di Bogor.

Pemanfaatan produk kelapa sawit serta turunannya tidak terlepas dari dukungan penelitian. Riset kelapa sawit dari hulu sampai hilir memberikan peluang-peluang investasi produk berdaya saing di masa depan. Hal ini yang dilakukan oleh Tim dari FMIPA UNS dengan memanfaatkan limbah tandan kelapa sawit sebagai zat absorben untuk limbah zat pewarna agar tidak merusak lingkungan. [M2]

????????????????????????????????????

wisudawan berpredikat cumlaude

Sebanyak 88 calon wisudwan dilepas oleh dekan Fakultas MIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan di ruang Indraprastha Gedung Pusdiklat Universitas Sebelas Maret. Acara pelepasan dilaksanakan pada hari Sabtu (3/12/2016) berlangsung hidmat dengan dihadiri oleh pejabat di lingkungan fakultas, wisudawan beserta orang tua mereka.

Dalam laporannya Wakil Dekan bidang akademik, Dr. Desi Suci Handayani mengatakan bahwa pada periode ini ada 88 mahasiswa yang diwisuda dengan rincian dari program studi (prodi) Matematika sebanyak 18 mahasiswa, Fisika (20), Kimia (27), Biologi (8) dan Informatika 15 mahasiswa. Dari jumlah lulusan yang dilepas, 15 diantaranya berpredikat cumlaude, lulus dengan pujian.

Masih menurut Desi, lulusan termuda adalah Eka Lismawati dari prodi Matematika yang lulus pada usia 21 tahun 2 bulan. Adapun lulusan terbaik diraih oleh Maria Arvinawati dengan IPK 3.79 dari Prodi Kimia.

Sampai saat ini FMIPA UNS telah meluluskan sarjana sebanyak 3.292 orang dengan total yang berpredikat cumlaude sebanyak 239 orang.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas MIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, berpesan agar para lulusan bisa menjaga nama baik almamater, mampu mengembangkan dan mengamalkan ilmunya untuk kehidupan bermasyarakat. [M2]

????????????????????????????????????

Ketua HIPMI Solo, M. Syamsul Hadi menyampaikan materi di hadapan peserta Pembekalan Memasuki Dunia Kerja

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesi (HIPMI) Solo, M. Syamsul Hadi  memberi bekal kepada calon wisudawan Fakultas MIPA periode Desember 2016. Acara Pembekalan Memasuki Dunia Kerja bagi lulusan FMIPA yang berlangsung pada hari Rabu (30/11/2016) bertempat di R. Aula LPPM UNS diikuti sebanyak 60 peserta dari 83 calon wisudawan. Syamsul Hadi yang juga alumni prodi Fisika menyampaikan materi tentang kewirausahaan. Bagiamana rencana kita setelas lulus, apakah mau bekerja atau wirausaha. Hidup itu adalah pilihan, baik bekerja maupun wirausaha keduanya punya konsekuensi masing-masing.

Jika mantap untuk berwirausaha, Syamsul memberikan tips diantaranya adalah harus professional sejak awal memulai usaha baik dari pembukuan dan administrasi maupun pemilihan jenis usaha. Yang tidak kalah penting adalah fokus di satu bidang usaha, pastikan pasar dan tempat yang tepat, peka dan mengetahui peluang bisnis di sekitar kita dan jangan lupa setiap ada pertemuan  harus kenal siapa yang duduk di samping kita, usahanya apa dan dimana rumahnya.

Tidak hanya dibekali materi tentang kewirausahaan, peserta juga dibekali bagaimana menulis surat lamaran yang baik serta bagaimana menghadapi tes wawancara. Adalah Dr. rer. nat Maulidan Firdaus, dosen yang sebelumnya bekerja di sektor swasta dan berpengalaman membuat surat lamaran serta menghadapi tes wawancara di berbagai perusahaan ini berbagi pengalaman kepada peserta. Untuk membuat surat lamaran yang dilihat oleh HRD perusahaan, kita harus bisa mendiskripsikan diri dengan baik, menampilkan kelebihan yang dimiliki tanpa harus berlebihan.

“Intinya adalah surat lamaran yang kita buat semenarik mungkin.  Sehingga menarik bagi pembaca dalam hal ini adalah pihak perusahaan.’’ Demikian dikatakan oleh Maulidan.

Maulidan juga berpesan agar kita tidak ragu-ragu saat sesi wawancara ketika ditanya besaran gaji yang diminta. Karena umunya orang jawa ada rasa ‘pekewuh’. Maka saatnya kita menghilangkan rasa pekewuh tersebut dengan jawaban yang rasional.

????????????????????????????????????

Peserta serius mengerjakan simulasi tes TPA

Terakhir adalah simulasi mengerjakan soal Tes Potensi Akademik (TPA) bagi peserta. Tes Potensi Akademik bukan hanya digunakan bagi mereka yang akan melamar kerja, namun juga digunakan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi. Sebelum mengerjakan tes TPA peserta dibekali materi bagaimana kiat sukses mengerjakan tes TPA yang disampaikan oleh Berliana Kusuma Riasti, M.Eng.

Kegiatan pembekalan dan simulasi tes TPA ini diselenggarakan oleh bidang III Kemahasiswaan dan Alumni dan rutin dilaksanakan setiap akan berlangsung wisuda. Diberikan apresiasi bagi tiga orang peserta dengan skor nilai TPA tertinggi. [M2]

 

????????????????????????????????????

Komaruddin Abdullah dan Sripeni Inten Cahyani memberikan materi pada Seminar Internasional

Saat ini Indonesia memiliki berbagai sumber daya energi baik energi primer maupun energi terbarukan. Dan yang membanggakan adalah pemanfaatan energi terbarukan menunjukkan kecenderungan meningkat. Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Adiningsih (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden) selaku keynote speaker pada seminar Internasional “Green and Renewable Energi Resouces” yang diselenggarakan pada hari Senin-Selasa (14-15/11/2016) di Solo Paragon Hoel Surakarta.

Lebih lanjut Sri Adiningsih mengatkan bahwa pemerintah menargetkan pada tahun 2019 bahwakapasitas terpasang pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (pembangkit tenaga panas bumi, pembangkit listrik tenaga air, dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro) sebesar 7,5 GW, pelaksanaan proyek percontohan pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas sekitar 10 MW dan pelaksanaan proyek percontohan konversi energi panas minimal 1 MW. Sementara itu Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan biofuel untuk transportasi melalui Fuel-Blending dengan kebijakan B15 pada tahun 2015 (15% bio-fuel & 85% bahan bakar diesel) dan kebijakan B20 pada tahun 2016. (20% bio-fuel & 80% bahan bakar diesel).

Seminar juga menghadirkan pembicara dari kalangan industri dan akademisi baik dari dalam maupun luar negeri diantaranya adalah Sripeni Inten Cahyani (Ceo Of PT. Indonesia Power) anak perusahaan Perusahaan Listrik Negara. Kamaruddin Abdullah, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Darma Persada Jakarta. Prof. Renate Egan, University of New South Wales Australia. Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, Universitas Sebelas Maret dan Dr. Adhi Wibowo, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral   Tujuan diadakan seminar ini adalah untuk menyediakan forum bagi ilmuwan, peneliti dan sarjana untuk berdiskusi membicarakan aspek pengembangan energi hijau dan terbarukan serta mendiskusikan inovasi terbaru, tantangan yang dihadapi serta solusi dalam pengembangan energy hijau terbarukan. [M2]

kuliah-profesi-informatikaProgram Studi Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara Kuliah Tamu Etika Profesi bersama dengan PT Gameloft Indonesia pada Jumat (11/11/2016) bertempat di ruang sidang II gedung C lantai 3 FMIPA UNS. Pembicara acara ini adalah Putra Para Dia, CHR (country human resource) Manager PT Gameloft Indonesia.

Haryono Setiadi, selaku dosen Etika Profesi Prodi Informatika membuka acara kuliah tamu ini. Dalam sambutannya Haryono menjelaskan bahwa kuliah tamu ini memang agenda rutin yang digelar prodi dengan menghadirkan praktisi di dunia industri, terutama di bidang teknologi dan informasi, sehingga bisa menambah wawasan kepada mahasiswa (terutama mahasiswa tingkat akhir) tentang dunia kerja.

“Pada saat mahasiswa beralih masuk ke dunia kerja dan profesi, mereka diharapkan mengikuti kode etik profesional yang ada baik secara eksplisit maupun implisit, sehingga akan mencapai otonomi moral,” terang Putra mengawali kuliah tamu yang diberi judul IT(et)HICS. Etika dalam perusahaan meliputi, company regulation (buku induk dalam perusahaan), policy (kebijakan dalam perusahaan), dan agreement (perjanjian dalam perusahaan).

“Dalam dunia keprofesionalan, kita akan sering mengalami dilemma etika, dimana kita dituntut mengambil sebuah keputusan dengan perilaku yang tepat,” jelas Putra. Menurutnya dilemma etika dipengaruhi oleh Kecerdasan Emosional 40%, Peer Pressure 20%, Objektifitas 20%, dan Confidentiality 20%.

Putra juga mengajak beberapa peserta kuliah tamu untuk melakukan social experiments dalam acara ini, yaitu untuk membuktikan bahwa kecerdasan emosional sangat mempengaruhi perilaku yang akan dilakukan oleh sesorang dan peer pressure merupakan tekanan yang sering terjadi. “Confidentiality atau kerahasian merupakan sesuatu yang akan terus melekat pada diri seseorang, meskipun seseorang itu sudah pensiun atau tidak bekerja lagi,” tambah Putra.

“Saya akan menutup acara ini dengan sebuah kata mutiara dalam bahasa Latin menurut Claudio Acquaviva, Fortiter in re, Suaviter in modo, yang artinya halus dalam cara, tegas dalam prinsip,” jelas Putra. Karena menurutnya kita dituntut mampu bersikap fleksibel dan halus dalam menghadapi sesuatu, tetapi kita harus tetap memegang teguh prinsip yang kita anut.[](azaria.red.uns.ac.id)

informatika-juara-1UNS-OC berhasil meraih dua juara sekaligus pada Kompetisi OC MITCC-Mobilination, Rabu-Kamis (2–3/11/2016) lalu. Bertempat di Universitas Kristen Maranatha Bandung, berturut-turut tim dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih juara pertama dan kedua. Juara pertama diraih oleh Tim Plendas Plendus yang beranggotakan Fathin Mubarak dan Dian Adi Nugroho. Sedangkan juara kedua berhasil dimenangkan oleh Tim hambaaallah yang beranggotakan Muhamad Beny Mustofa dan Irsyad Fakhrur Roji.

Kompetisi OC MITCC–Mobilination ini merupakan salah satu kompetisi overclocking berskala nasional yang diadakan oleh Universitas Maranatha bekerja sama dengan JagatReview, salah satu media yang mengulik tentang teknologi. Kompetisi ini diikuti oleh 24 tim yang merupakan pelajar dan juga mahasiswa aktif dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa peserta diantaranya yaitu tim dari BINUS University, Telkom University, UNS, SMPK 1 BPK Penabur, SMK Al Muhajirin, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Gadjah Mada, SMA Santo Aloysius 2, Universitas Pasundan, Sekolah Kuntum Cemerlang, Universitas Kristen Satya Wacana, Politeknik Negeri Jakarta, SMAN 11 Bandung, dan President University.

informatika-juara-2Dimulai pada hari Rabu (2/11/2016), kompetisi OC MITCC-Mobilination ini mempertandingkan 24 tim pada babak awal. Para peserta tersebut kemudian dibagi ke dalam 4 sesi yaitu 2 sesi motherboard ASUS dan 2 sesi motherboardBIOSTAR. Perangkat keras (hardware) yang harus mereka overclock dalam kompetisi OC MITCC-Mobilination memiliki spesifikasi sebagai berikut: prosesor (AMD Athlon X4 860K ‘Kaveri’), motherboard (Asus Crossblade Ranger & Biostar Hi-Fi A88W 3D), RAM (Team Dark 2x4GB DDR3-2400 CL11-13-13-35), VGA (PowerColor Red Dragon Radeon RX 460 2GB), SSD (Team Dark L3 120GB), PSU (CoolerMaster, G550M), CPU Cooler (Deepcool Lucifer V2), Monitor (AOC, E2470SW), dan Keyboard & Mouse (CoolerMaster).

Setelah melewati tiga babak dalam kompetisi OC MITCC-Mobilination, mulai dari babak kualifikasi, babak semi final, dan babak final, 2 tim UNS-OC yaitu Tim Plendas Plendus dan Tim HambaAllah akhirnya berhasil memenangkan juara pertama dan kedua. Disusul juara ketiga adalah Tim IvanCuppa dari Binus University. [M2]

by : Irsyad Fakhrur Roji

biodiversitas-semnasKeanekaragaman hayati merupakan komponen utama dalam keseimbangan ekosistem dan pendukung keberlangsungan hidup manusia. Dalam rangka mendukung kesinambungan ketersediaan sumber daya hayati dan kualitas lingkungan yang baik Program Studi Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret bekerjasama dengan Kelompok Studi Biodiversitas dan Masyarakat Biodiversitas Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional Biodiversitas. Seminar yang diselenggarakan pada hari Jumat, 4 Nopember 2016 di Hotel Lor In menampilkan tiga orang pembicara yang berkompeten dibidangnya.

Dengan mengambil tema Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Melalui Penerapan Bioteknologi menghadirkan tiga orang pembicara, masing-masing adalah Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc., (Guru Besar Genetika Mikroba Institut Pertanian Bogor); Dr. Ir. Dewi Ayu Utari (Kepala Balai Besar Konservsi Sumber Daya Alam Jawa Timur) dan Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si (Guru Besar Biolog Konservasi Universitas Sebelas Maret).

Adapun tujuan seminar ini sebagaimana disampaikan oleh Dr. Shanti Listyawati selaku panitia adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian tentang pentingnya pengelolaan sumber daya hayati dan lingkungan hidup melalui penerapan bioteknologi.

“Disamping itu juga tidak kalah pentingnya adalah untuk mengembangkan kemampuan menentukan kebijakan yang tepat dalam pembangunan nasional agar tetap memperhatikan aspek kelestarian sumber daya hayati dan lingkungan hidup” demikian tambah Shanti.

Sebagaimana diketahui bahwa masih banyak permasalahan yang belum dapat diatasi secara menyeluruh, seperti masih rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Indonesia merupakan negara yang berpotensi untuk pengembangan bioteknologi. Dengan berkembangnya bioteknologi, upaya pengelolahan sumber daya hayati dan lingkungan hidup diharapkan lebih leluasa dan optimal terutama untuk kepentingan komersial demi tercapainya pembangunan nasional.
[M2]