Seminar Nasional Sabuk Gunung Lawu 2017

0
122

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya akan menyelenggarakan Seminar Nasional dan Pentas Budaya Sabuk Gunung Lawu 2017. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tema “Penyelamatan Ekosistem Gunung Lawu Berbasis Budaya”. Seminar dan pentas budaya ini diadakan untuk memberikan wacana baru mengenai penyelamatan ekosistem dengan menggunakan strategi budaya lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengekspos kekayaan budaya lokal masyarakat di seputar Gunung Lawu yang memiliki makna besar untuk konservasi lingkungan. Dengan demikian  menyadarkan para peserta khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk tetap melestarikan budaya serta mendukung setiap usaha konservasi lingkungan Gunung Lawu melalui berbagai strategi/pendekatan.

Seminar Nasional dan Pentas Budaya Sabuk Gunung Lawu akan dilaksanakan selama satu hari pada hari Sabtu, 15 Juli 2017 bertempat di Aula Gedung C FMIPA UNS. Rencananya seminar  terdiri atas sesi paripurna dan sesi paralel. Sesi paripurna akan diisi oleh pembicara utama yang akan mempresentasikan topik mengenai kebudayaan lokal yang ada di sekitar Gunung Lawu untuk tujuan konservasi lingkungan.

Pembicara yang direncanakan hadir adalah, H. Juliyatmono, M.M. , Bupati Karanganyar yang akan membawakan topik seminar “Kebijakan pengelolaan lereng gunung lawu untuk kemakmuran rakyat secara berkeberlanjutan.Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Semarang “Strategi Budaya untuk Konservasi Lingkungan: Studi Kasus Kearifan Lokal Masyarakat Gunung Lawu.Ing. Ir. Agus Maryono, Ahli Hidrologi Universitas Gadjah Mada dengan topik “Sumber Daya Air Gunung Lawu: Konsep, Potensi dan Tantangan Pengelolaannya. ” serta

Prof Dr Sugiyarto, M.Si Guru Besar Bidang Konservasi Universitas Sebelas Maret dengan topic “Ekspedisi Wukir Mahendra dan Ekspedisi Sungai Samin sebagai upaya penyusunan profil keragaman hayati dan budaya Gunung Lawu

Sesi paralel berupa presentasi oral yang akan dilaksanakan setelah sesi paripurna. Sebagai wujud dalam turut serta mendukung budaya dan masyarakat gunung Lawu disediakan pameran budaya dan produk yang berasal dari gunung Lawu. Pameran produk yang disediakan berupa alat-alat pertanian, makanan khas, dan tanaman hias. [M2]