FMIPA UNS – Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan korban jiwa jika kita tidak melakukan upaya penanggulangan yang tepat dalam pencegahan kebakaran. Hal ini yang menjadi dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Simulasi Pemadaman Kebakaran dan Evakuasi. Simulasi dilaksanakan pada Selasa (2/8/2022) di lantai 5 dan halaman gedung C FMIPA.

Pelatihan simulasi diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan, laboran, kepala laboratorium, tenaga kebersihan dan tenaga satuan pengamanan. Bahaya kebakaran yang timbul tidak bisa kita prediksi karena adanya beberapa faktor yang ditimbulkan. Kita bisa belajar dari pengalaman bagaimana menghadapi situasi kebakaran yang ada yang pernah menimpa.

Disampaikan oleh Wakil Dekan SDM, Keuangan dan Logistik, Dr. Desi Suci Handayani bahwa hasil audit di laboratorium dalam menyiapkan akreditasi nasional dan internasional ada beberapa evaluasi diantaranya adalah kesalahan peletakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan petunjuk arah jalur evakuasi. Sehingga disamping pelatihan simulasi pemadaman kebakaran juga akan disampaikan standar evakuasi serta memperbaiki letak posisi APAR dan petunjuk evakuasi.

“Diharapkan dari pelatihan ini staff pendidik dan kependidikan bisa secara cepat melaksanakan pengamanan kebakaran maupun antisipasi meminimalkan kebakaran yang terjadi di gedung maupun di luar gedung,” ujar Dr. Desi

Pelatihan simulai pemadaman kebakaran dan evakuasi diadakan dengan menggandeng CV Bina Cipta Abadi. “Sebuah bangunan atau gedung mestinya memiliki alat proteksi kebakaran aktif standar dan juga SDM yang memadai,” ujat Bayoe Megananda dari CV Bina Cipta Abadi. Bayoe mengatakan bahwa yang lebih berbahaya dari sebuah kebakaran adalah asap yang ditimbulkan karena bisa menyebabkan sesak nafas dan berakibat fatal hingga bisa mengakibatkan meninggal dunia.

Sementara itu Dekan Fakultas MIPA, Drs. Harjana, M.Si., M.Sc., Ph.D dalam pengarahannya mengatakan bahwa dengan pelatihan simulasi ini diharapkan bisa paham dan membuat kita lebih berhati-hati serta tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana khususnya kebakaran. Lebih-lebih Fakultas MIPA terutama Gedung C banyak dipakai untuk laboratorium yang rentan terhadap bahaya kebakaran.

“Saat ini Fakultas MIPA sudah dilengkapi CCTV yang terhubung kesemua gedung, salah satunya adalah untuk mengantisipasi bencana kebakaran,” pungkas Drs. Harjana. [Humas FMIPA UNS]