Grup Riset Biomaterial Tumbuhan FMIPA UNS Gandeng UKM Batik Anatomi dalam Pelatihan Pengembangan Desain Motif Batik

FMIPA UNS – Dalam rangka meningkatkan minat generasi muda terhadap batik, maka Grup Riset Biomaterial Tumbuhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada hari Rabu, 15 Juli 2026 mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Pembuatan Desain Motif Batik Anatomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Suratman, S.Si., M.Si., dan beranggotakan Dr. Widya Mudyantini, S.Si., M.Si., Prof. Drs. Suranto, M.Sc., Ph.D., Dr. Solichatun, S.Si., M.Si.; Ari Pitoyo, S.Si., M.Sc.

Kegiatan ini menggandeng Usaha Kecil Menengah (UKM) Batik Anatomi yang beralamat di Jl. Salak 5 No. 127, Perum Ngringo, Jaten, Karanganyar. UKM tersebut merupakan milik M. Jafron Syah, S.Si., M.Si., alumni Program Studi S1 Biologi FMIPA UNS yang sejak tahun 2010 sudah menekuni kerajinan batik ini. “Batik Anatomi ini sangat unik karena motifnya kebanyakan terinspirasi dari bentuk morfologi maupun anatomi jaringan dari berbagai organ makhluk hidup. Motif Batik Anatomi boleh dibilang berbeda dengan motif batik kebanyakan yang beredar di masyarakat,” ujar Jafron.

Dunia perbatikan tanah air dikenal sangat kaya dan terus bergerak secara dinamis. Hingga saat ini, motif klasik peninggalan era kerajaan, terutama dari kiblat budaya Surakarta dan Yogyakarta, masih terjaga kelestariannya. Hal ini tidak lepas dari peran keraton di kedua kota tersebut yang tetap menjadikan kain batik sebagai busana adat utama. Namun, ada tantangan nyata dalam regenerasi corak budaya ini. Motif klasik umumnya lebih diminati oleh generasi tua. Di mata generasi muda, motif tradisional kerap dicap “kuno” dan terlalu formal. Akibatnya, kain batik lebih sering mengendap di lemari dan hanya dikeluarkan pada momen-momen resmi, alih-alih menjadi pilihan busana harian. Padahal, masa depan batik berada di tangan generasi muda. Agar warisan budaya ini tidak lekang oleh waktu, inovasi motif yang segar dan sesuai selera zaman mutlak diperlukan. Salah satu terobosan kekinian yang dinilai mampu memikat hati anak muda adalah batik bertema keanekaragaman alam. Lewat sentuhan ilmiah yang unik ini, batik menjelma menjadi identitas fesyen yang modern tanpa kehilangan nilai filosofisnya.

Beberapa contoh desain motif batik hasil pelatihan. Dok. FMIPA UNS
Salah satu peserta kegiatan pelatihan sedang menggambar desain motif batik anatomi. Dok. FMIPA UNS
Beberapa motif Batik Anatomi yang terinspirasi dari anatomi organ berbagai makhluk hidup (Sumber : https://www.instagram.com/batikanatomi/)

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Widya Mudyantini, S.Si., M.Si., seorang pakar tumbuhan di Program Studi S1 Biologi FMIPA UNS. Dalam pelatihan ini peserta yang merupakan mahasiswa dan generasi muda dari kalangan pendidikan tinggi diperkenalkan dengan berbagai variasi bentuk organ pada makhluk hidup yang bisa menjadi inspirasi bentuk desain motif batik. Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga diajak untuk melakukan praktik secara langsung dengan menggambar desain motif batik.

Salah satu peserta kegiatan, Raafi Raihansyah, menyambut baik kegiatan ini. “Program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kolaborasi FMIPA UNS dan UKM Batik Anatomi dapat memberikan pengetahuan baru kepada generasi muda terutama tentang desain motif batik yang unik karena bersumber dari bentuk organ makhluk hidup, motif yang cukup berbeda dengan motif batik lainnya,” ujarnya. Pemilik UKM Batik Anatomi, M. Jafron Syah, turut mengapresiasi program kolaborasi ini dan berharap program pelatihan semacam ini terus diperbanyak guna sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan untuk menarik minat generasi muda terhadap batik.

[Humas Fakultas MIPA UNS]

Scroll to Top