Dalam upaya menjalin kerjasama, Fakultas MIPA UNS  mengadakan kunjungan kerja ke PT Petrokimia Gresik pada Kamis (26/10/2017). Kunjungan kerja yang di pimpin oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si di terima oleh GM SDM Petrokimia, Bapak Rudy Nurchahya beserta jajarannya di Ruang Seroja.

Bapak Rudy Nurchahya mewakili PT Petrokimia Gresik merasa senang dengan kunjungan yang dilakukan oleh Fakultas MIPA. Perusahaan mengapresiasi dan terbuka peluang kerjasama dengan Fakultas MIPA UNS.

Apa yang disampaikan Bapak Rudy sejalan dengan apa yang menjadi tujuan kunjungan kerja tersebut. Prof. Sugiyarto dalam paparannya menyampaikan bahwa maksud kunjungannya ke Petrokimia adalah untuk mencari peluang kerjasama antara institusi pendidikan dan perusahaan. Bisa jadi kerjasama dalam bidang penelitian, magang mahasiswa maupun peluang kerjasama yang lain. Bisa juga dalam bentuk masukan materi kurikulum bagi institusi agar sejalan dengan kebutuhan dunia industri. [M2]

Sebanyak 87 dari 163 atau separo lebih wisudawan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) lulus dengan predikat cumlaude (lulus dengan pujian). Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si dalam laporan pada pelepasan lulusan FMIPA hari Sabtu (21/10/2017) bertempat di R. Aula Gedung C FMIPA.

Lebih lanjut Prof. Sugiyarto mengatakan bahwa pada lulusan periode ini IPK tertinggi diraih oleh Shoffia Fajrin dari Program Studi (Prodi) D3 Teknik Informatika (TI) dengan IPK 3,89. Sementara lulusan termuda adalah Aditya Chrisna M dari Prodi D3 TI yang lulus pada usia 19 tahun 10 bulan. Sampai dengan saat ini FMIPA telah melulusakan sebanyak 3.543 sarjana dan 2.163 sarjana muda.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA, Prof. Ir. Ari Handno Ramelan, M.Sc. (Hons) Ph.D berpesan kepada para lulusan, untuk tetap menjaga nama baik almamater. Selain itu juga hendaknya para alumni bisa menjadi manusia yang inovatif, kreatif dan selalu belajar, karena persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

“Teruslah belajar, tidak hanya belajar formal tetapi juga belajar bermasyarakat, belajar pada kehidupan,” demikian disampaikan Prof. Ari.

Shoffia Fajrin, lulusan terbaik FMIPA. Meski berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, namun dia berhasil menunjukkan kepada dunia, bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi tinggi. Berasal dari keluarga petani yang sudah ditinggal pergi bapaknya, tidak membuatnya patah semangat. Meski lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, Fajrin berhasil lulus dengan predikat cumlaude, sesuatu yang luar biasa karena tidak pernah terbanyang sebelumnya. [M2]

Elsa Ninda Larlinda Putri

Memanfaatkan limbah rambut, Elsa Ninda Karlinda Putri, mahasiswa Fakultas Matemaika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebles Maret (UNS)  berhasil meraih jura pertama pada ajang Indonesian Young Green Award 2017 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung. Elsa bersama tim nya berhasil masuk final dan mempresentasikan karyanya dihadapan dewan juri pada tanggal 20 September 2017 lalu di LIPI Bandung.

Pemanfaatan limbah rambut sebagai bioabsorben yang ramah lingkunagn untuk menyerap logam berat fe pada medium cair. Hal ini didasarkan atas keprihatinannya karena banyaknya cemaran logam berat sebagai proses dari industri yang belum menggunakan prinsip Green Chemistry seutuhnya. Sehingga bahan-bahan kimia berbahaya masih mencemari lingkungn salah satunya adalah fe (besi).

Limbah rambut manusia yang mengandung α-keratin dan alginat mampu untuk menyerap logam fe secara siginifikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Elsa menunjukkan bahwa α-keratin-alginat memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai material untuk menyerap logam berat.

Masih menurut  Elsa, hasil penelitian ini sangat berguna untuk masyarakat karena bisa digunakan untuk pengolahan air minum.

“Pada saat sekarang, banyak sumur di masyarakat yang mengandung logam berat fe dan hasi penelitian kami α-keratin alginat  bisa memyerap 97,2% logam berat fe, “ ujanya ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (9/10/2017).

Limbah rambut yang diunakan Elsa dan timnya bukanlah rambut yang memiliki kualitas tertentu, namun benar-benar limbah rambut yang sudah tidak digunakan. Dari hasil survey yang dia lakukan terhadap salon yang ada di daerah wonogiri dan solo, limbah rambut nya tidak dimanfaatkan tapi  hanya dibuang di tempat sampah atau dibakar. [M2]

Biologi English Club Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) selenggarakan Story Telling Competition (Lomba Cerita dalam Bahasa Inggris) memperebutkan Piala Wali Kota Surakarta. Lomba yang diadakan pada hari Sabtu (7/10/2017) di Ruang Sidang Gedung C FMIPA UNS diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMU sederajat se-eks karesidenan Surakarta.

Nada Hanifa dari SMA Al Islam Membawakan cerita Roro Jonggrang

Nahdah Hanifah dari SMA Al Islam 1 Surakarta ketika membawakan cerita pada ajang Story Telling Competition yang diadakan oleh HIMABIO (mnr/mipa)

Ada lima belas peserta dari berbagai sekolah yang mengikuti kompetisi tersebut. Para peserta dibebaskan untuk memilih tema cerita yang akan dibawakan mulai dari cerita rakyat, sampai modern.  Disamping  itu , peserta juga diperbolehkan memakai kostum dan menggunakan properti untuk mendukung dan memperkuat visualisasi cerita yang dibawakan. Seperti Aprilia Tri Haryanti dari SMAN 1 Boyolali yang memakai kostum wayang orang untuk membawakan cerita Roro Jonggrang ditambah dengan gambar backdrop Candi Prambanan untuk memperkuat jalan cerita.

Tidak berbeda dengan Aprilia, Evi Puspitasari juga menggunkana property backdrop berupa gambar yang berukuran cukup besar (2×3 meter) untuk menguatkan cerita yang dibawakan. Pelajar dari SMAN 1 Karananyar ini membawakan cerita Legenda Batu Menangis, cerita rakyat yang berasala dari Indoesia Timur.

Setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk membawakan cerita mereka dalam bahasa inggris. Semua peserta terlihat antusias dan atraktif ketika menceritakan kisah-kisah yang  dibawakan. Tidak hanya ucapan, tapi gerakan dan juga penggunaan property cerita masing-masing peserta cukup maksimal.

“Semua peserta tampil bagus, sehingga kami benar-benar harus memilih peserta yang paling baik diantara yang baik,” demikian disampaikan Prof. Drs. Suranto, M.Sc. Ph.D salah satu dewan juri.

Adapun kriteria penilaian adalah expresion, language, creativity dan performance.

Tampil sebagai pemenang pertama adalah Bilqis Binar Tamaraya dari SMAN 1 Gemolong Sragen, berhak atas Tropi Wali Kota Surakarta. Sementara juara 2 dan 3 masing-masng diraih oleh  Nahdah Hanifah dari SMA Al Islam Surakarta dan Aprilia Tri Haryanti dari SMAN 1 Boyolali.

Acara Story Telling Competition sendiri adalah acara eksternal yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi  Biology English Club Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) FMIPA UNS. [M2]

Prestasi Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Yudha Pratama, dari Program Studi (Prodi) Kimia berhasil meraih juara pada Lomba Tulis Karya Ilmiah (LTKI) yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dengan karya tulis ilmiah berjudul SUKA MAMO-867, Superkapasitor berbasis Material MOF-867 sebagai Inovasi Penyimpan Energi Listrik mengantarkan Yudha dan timnya meraih juara harapan 3.

Ide dari karya ilmiahnya muncul ketika Yudha mengikuti perkuliahan saat dijelaskan tentang manfaat dari aplikasi metal-organic framework (MOF) sebagai penyimpan energi. Dari sinilah kemudian dia berfikir untuk mengangkat tema superkapasitor karena kelebihan superkapasitor yang ramah lingkungan dan lebih tahan lama dibandingkan baterai.

Seperti diketahui bahwa superkapasitor merupakan teknologi baru yang dikembangkan dari kapasitor konvensional yang dikembangkan untuk penyimpan energi yang modern. Superkapasitor merupakan terobosan baru di dunia piranti penyimpan energi yang memiliki rapat daya yang besar, kapasitas penyimpanan muatan yang sangat besar, proses pengisian-pengosongan muatan yang cepat dan tahan lama jika dibandingkan dengan kapasitor biasa/konvensional.

Yudha berharap bahwa idenya ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

“Saya ingin penelitian ini dilanjutkan, sehingga menghasilkan karya nyata,” ujarnya.

LTKI PLN yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan PLN adalah lomba yang diperuntukkan bagi mahasiswa S1 yang masih katif dengan tujuan untuk menggugah semangat ilmiah mahasiswa. Lolos maju babak final sebanyak enam peserta setelah menyisihkan 512 karya ilmiah. Final LTKI diselenggarakan selama tiga hari Selasa-Rabu (26-27/9/2017) di Kantor Puslitbang PLN Duren Tiga, Jakarta. [M2]

DSC_1216

Bekerjasama dengan Alian Butterflay Park Kebumen, Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret menerbangkan sebanyak 200 kupu-kupu menandai puncak Dies Natalis FMIPA UNS ke-21 pada hari Jumat, 29 September 2017 di halaman parkir gedung A. Pelepasan kupu-kupu dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof. Dr. Widodo Muktiyo didampingi oleh Dekan FMIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc. (Hons)., Ph.D, Wakil Rektor II, Prof. Dr. Moh Jamin, SH., M.Hum dengan disaksikan oleh Civitas Akademika FMIPA.

Dengan diterbangkannya kupu-kupu ini sebagai tanda keseimbangan ekosistem yang ada di lingkungan kampus, apalagi Universitas Sebelas Maret tengah gencar-gencarnya untuk menjadikampus hijau yang ramah lingkungan. Semakin banyak kupu-kupu yang ada dilingkungan UNS, maka semakin bagus keseimbangan ekosistemnya. Karena siklus hidup kupu-kupu adalah yang paling lengkap melalui metamorphosis.

Puncak Dies juga ditandai dengan berbagai kegiatan diantaranya adalah donor darah, cek kesehatan dan berbagai lomba diantaranya vocal group antar programstudi dan mahasiswa. Dengan cek kesehatan diharapkan baik dosen, karyawan maupun mahasiswa, lebih dini mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, sehingga diharapkan bisa lebih waspada dan menjaga hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan seperti menjaga pola makan dan olahraga.
DSC_1360

Disela-sela acara juga diberikan apresiasi bagi mahasiswa yang berprestasi baik ditingkat nasional maupun internasional seperti Elsa Ninda Karlinda Putri yang berhasil menjadi juara pertama pada ajang Indonesian Young Green Award LIPI 2017 dan Usnida Uma Zahra yang berhasi meraih beasiswa sebesar 20 juta rupiah pada ajang kompetisi L’Oreal Girls in Science 2017 kerjasama Kemendikbud dan UNESCO.

Prof. Jamin dalam sambutannya mewakili Rektor, mengatakan bahwa MIPA diusia ke-21 harus bisa menjadi fakultas yang terdepan dan inovatif baik dalam bidang akademik maupun yang lain, seperti dua tahun berturut-turut FMIPA berhasil menjadi juara Green Campus.
“Saya punya harapan yang besar kepada fakultas ini, diusia 21 tahun bisa menjadi fakultas yang unggul dan punya sumbangsih yang besar kepada universitas,” ujarnya. [M2]

DSC_0603

Keselamatan di laboratorium menjadi tanggungjawab bersama, baik itu pengguna maupun pengelola. Oleh karena pentingnya keselamatan lanoratorium, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan sosialisasi keselamatan laboratorium dan keselamat kerja di laboratorium.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 16 September 2017 dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru angkatan 2017 dan asiten laboratorium. Aula Gedung C Fakultas MIPA yang berkapasitas 700 orang penuh sesak dipadati oleh mahasiswa dari 9 (sembilan) program studi yang ada di Fakultas MIPA.

Dr. Sugiyarto selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyambut baik kegiatan ini. Beliau berharap acara sosialisasi laboratorium dan keselamatan kerja ini bisa menjadikan mahasiswa peduli dan waspada dengan keselamat kerja di laboraotorium dan acara ini juga menjadi salah satu syarat akreditasi internasionla AUN QA . Perlu diketahui bahwa salah satu proram studi d FMIPA yaitu Prodi Biologi tahun ini tengah mengajukan akreditasi internasional AUN QA .

“keselamatan laboratorium menjadi hal yang penting untuk pengguna laboratorium, dalam hal ini mahasiswa baik yang tengah praktikum maupun peneletian,” ujarnya

Menghadirkan tiga orang narasumber masing-masing Dr. Sayekti Wahyuningsih (Kepala Lab Terpadu FMIPA), Anang Kuncoro, M.Si (Laboran Kimia) dan Sakroni, S.Kom (Laboran dari Lab. Komputasi).

DSC_0615

Dalam paparannya Dr. Sayekti menekankan pentingya kita untuk menjaga keselamatan ketika berada di laboratorium, karena jika  tidak berhati-hati, bukan saja kita tapi orang lain juga bisa celaka. Ada banyak bahan dilaboratorium yang punya tingkat bahaya berbeda-beda, sehingga kita harus jeli ketika membaca label yang ada di kemasan. Ada bahan yang mudah terbakar, ada yang bersifat korosif, bahkan ada yang mudah meledak.

“Kita harus jeli ketika membaca label hazard, karena setiap bahan diperlakukan sesuai dengan karakternya,” ujar Dr. Sayekti.

DSC_0718

Untuk mengantsipasi jika tejadi kebakaran, peserta juga diajak untuk praktek menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hai ini sebagai bentuk antisipatif jika terjadi kebakaran ringan. Mahasiswa diharapkan secara mandiri bisa menggunakan APAR untuk memadamkan api.  [M2]

DSC_0395

Pada hari Kamis, 14 September 2017 bertempat di Aula Fakultas MIPA telah berlangsung kegiatan Workshop AR-VR Guna Pengembangan Digital Museum. Kegiatan workshop ini mengundang nara sumber dari Museum Sangiran beliau adalah Dody Wiranto, S.S.,M.Hum. selaku Kasi Pelindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba. Dalam Sambutan dan pembukaan acara yang dilakukan oleh Wakil Dekan I yaitu Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si. menyatakan bahwa Fakultas MIPA sangat mengapresiasi pengembangan digital museum khususnya di Museum Sangiran karena merupakan salah satu bentuk dari MoU kerja sama antara FMIPA UNS dengan BPSMP Museum Sangiran yaitu pengembangan Digital Museum. Pengembangan Digital Museum telah diinisiasi melalui Group Riset Multimedia yang berada di Program Studi Diploma III Teknik Informatika Fakultas MIPA semenjak tahun 2012. Melalui Road Map penelitiannya telah dihasilkan berbagai aplikasi e-Museum Sangiran menggunakan teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality yang bertujuan sebagai media edukasi kepada masyarakat.

Ditahun 2017 ini, pengembangan digital Museum Sangiran yang dikoordinasi oleh Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng. dikemas melalui konsep virtual museum. Pengemasan melalui konsep virtual tersebut untuk memberikan pengalaman baru bagi masyarakat supaya lebih leluasa dalam mengeksplorasi ruang pamer museum. Pengunjung akan disajikan informasi digital objek pamer dalam ruang virtual 3D yang didesain secara utuh menyamai ruang pamer di Museum Sangiran. Bukan hanya virtual objek pamer saja, pengunjung akan diberikan nuansa virtual lainnya yang lebih fantastis yaitu dapat dengan leluasa melihat simulasi animasi 3D proses kejadian pada zaman dahulu misalnya kepunahan Gajah Purba Stegodon yang punah  terkena letusan gunung berapi atau bertarung dengan predator. Suara letusan gunung, raungan gajah purba, kicauan burung, dan aliran air yang ditambahkan dalam virtual Museum Sangiran bertujuan untuk menguatkan suasana kejadian sehingga pengunjung benar-benar berada di dalamnya saat kejadian berlangsung.

DSC_0444

Hasil penelitian yang dilakukan telah menghasilkan 8 tema Virtual Museum Sangiran dan dalam waktu dekat dapat dinikmati masyarakat melalui playstore dan sementara hanya mendukung android OS. Virtual Museum Sangiran yang pertama bertemakan Kluster Bukuran yang menyajikan bentuk virtual secara utuh baik objek pamer di Bukuran dan animasi punahnya Gajah Purba yaitu Stegodon. Virtual Museum kedua yaitu bertemakan Kluster Dayu, juga menyajikan objek pamer virtual secara utuh dan animasi terkuaknya fosil-fosil purba pada lapisan tanah yang muncul karena tenaga endogen. Virtual Museum Sangiran ketiga menyajikan kehidupan manusia purba Homo Erectus dalam berburu dan membuat alat berburu. Virtual Museum Sangiran keempat menyajikan kehidupan manusia purba Homo Soloensis dan bertahan hidup dan berburu. Virtual Museum Sangiran kelima bertemakan ekskavasi dalam penemuan benda purba, Virtual Museum keenam bertemakan pembuatan museum Kluster Manyarejo, Virtual Museum ketujuh bertemakan kehidupan Hipopotamus dalam bertahan hidup. Dan Virtual Museum kedelapan bertemakan kehidupan Kerbau Purba.

Akhir acara workshop dilakukan simbolis serah terima hasil penelitian dari Fakultas MIPA yang diwakili Dr. Sayekti, S.Si., M.Si. kepada BPSMP Museum Sangiran yang diwakili oleh Bapak Dody Wiranto, S.S.,M.Hum dan dilanjut foto bersama.  Fakultas MIPA selalu berkomitmen dalam membantu Museum Sangiran dalam mewujudkan Digital Museum sehingga masyarakat dapat menikmati informasi pada Museum Sangiran secara leluasa. Harapannya semoga kerja sama dapat berlanjut dan hasil riset dapat bermanfaat kepada masyarakat. [Fendi/M2]

IMG_4794

Tulus Yuwono, mahasiswa D3 TI lulus dengan predikat cumlaude (lulus dengan pujian), bahkan menjadi lulusan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan IPK 3,82 periode September 2017 pada acara Pelepasan Wisuda Sarjana FMIPA yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 September 2017 bertempat di Aula Gedung C FMIPA UNS.

Bukan tanpa alasan Tulus menyandang predikat ini, karena sejak masuk bangku kuliah dia sudah terobsesi untuk bisa lulus kuliah tepat waktu dan menyandang predikat cumlaude. Bukan hanya cumlaude, bahkan ahirnya dia menjadi lulusan terbaik. Yang lebih membanggakan lagi, meski sudah tidak punya kedua orang tua, dia tidak patah semangat dalam belajar dan meraih cita-cita.

IMG_4797

Pada sambutan pelepasan, Dekan FMIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, mendorong kepada para lulusan untuk melanjutkan cita-cita, baik memasuki dunia kerja maupun meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan bekal ilmu yang didapatkan, baik hardskill maupun softskill maka diharapkan lulusan FMIPA menjadi petarung yang hebat, sehingga bisa bekerja dimanapun.

“Lulusan MIPA dengan bekal yang didapat, bisa bekerja dimanapun baik di lembaga pemerintah maupun swasta”, ujarnya.

Pada periode ini FMIPA meluluskan sebanyak 70 wisudawan dengan rincian Program Studi (Prodi) Matematika sebanyak 10 mahasiswa, Kimia (6), Biologi (10), Informatika (3), D3 Farmasi (39) dan D3 TI 2 orang mahasiswa. Dari total 70 wisudawan 20 diantaranya berpredikat cumlaude. Sementara lulusan termuda program sarjana adalah Tiffani Arzaqi Putri yang lulus pada usia 21 tahun 4 bulan dan program diploma Eka Puspita Rini lulus pada usia 20 tahun. [M2]

DSC_1242

Nanoteknologi atau Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau material-nano (nanomaterials).

Nanoteknologi saat ini sudah banyak digunakan dalam bidang sains, antara lain biomedis, elektronik, magnetik, optik, IT, ilmu material, komputer, tekstil, kosmetika, bahkan obat-obatan. Untuk menambah wawasan dan mendalami apa itu Nanoteknologi serta manfaatnya bagi ilmu pengetahuan, Fakultas MIPA Universitas Sebelesa Maret (UNS) menyelenggarakan General Lecture (Kuliah Umum) dengan mengundang pakar dari Spanyol, Prof. Santiago Gomez Ruiz dari Rey Juan Carlos University, Móstoles(Madrid) Spanyol.

DSC_1180

Kuliah Umum yang diselenggarakan pada hari Rabu, 6 September 2017 di Aula Gedung C Fakultas MIPA UNS dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi (prodi) diantaranya dari prodi Fisika, Kimia, Biologi dan Farmasi. Tampak hadir Dekan FMIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan yang memberikan sambutan sekaligus berkenan membuka acara.

Dalam sambutannya, Prof Ari mengajak kepada mahasiswa untuk bisa menggali ilmu dari pakar, sehingga bisa mengembangkan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.

“Saya kira acara semacam ini (kuliah tamu) sangat bagus, guna menambah wawasan keilmuan para mahasiswa dan dosen. Apalagi pembicara yang kita undang dari universitas ternama dengan kepakaran ilmu yang tidak diragukan lagi” ujarnya.

Prof. Santiago banyak berbicara tentang penerapan teknonolgi nano pada dunia kedokteran (nanomedicine). Dunia kedokteran sangat terpengaruh oleh kemajuan teknologi, selama ini teknologi konvensional belum mampu bekerja pada tingkat gen / molekuler, dengan adanya teknologi baru (Nanoteknologi), pengobatan suatu penyakit dapat dilakukan pada tingkat gen/molekuler.

Teknologi konvensional kebanyakan juga tidak mampu memilah antara sel baik dan sel jahat, misalnya saja kanker. Ketika dilakukan kemoterapi, sel-sel baik secara langsung juga terkena dampaknya meski sedikit. Selain itu, kelemahan lain dari pengobatan konvensional adalah dapat mempengaruhi area tubuh di sekitarnya. Diharapkan, kelemahan-kelamahan teknologi konvensional tersebut bisa diatasi dengan teknologi pada tingkat gen/molekuler dengan teknologi nano. Diharapkan dengan nanomedicine dapat mengatasi masalah, sehingga pengobatan penyakit menjadi lebih cepat, efektif dan efisien. Diagnosa penyakit lebih cepat dan tepat, membunuh sel kanker jadi lebih efektif.

Hingga saat ini nanoteknologi sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Mulai dari dibidang medis, automotif, kosmetik, komputer, industri pangan, militer, tekstil, olahragasampai serat optik. Nanoteknologi  sudah terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.  Nanoteknologi juga sangat berperan dalam IT (Information Technology). [M2]