Usnida Ummas Zahra

Usnida Umma Zahra mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS, berhasil meraih beasiswa sebesar 20 juta dari L’Oréal Girls in Science (LGIS). Sebuah program beasiswa unik yang diluncurkan atas kemitraan antara L’Oréal Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNU) KEMDIKBUD, yang diperuntukkan bagi para mahasiswi di bidang sains guna mendorong bakat-bakat besar cikal bakal perempuan peneliti Indonesia di masa depan. LGIS sendiri adalah kompetisi sains nasional untuk mahasiswi dari Fakultas Sains (selain Fakultas Humaniora dan Sosial).

Usnida lolos memperoleh beasiswa tersebut berkat esainya yang berjudul Pemodelan Penyebaran Penyakit HIV/AIDS di indonesia dengan model SEIS (Susceptible, Exposed, Infected dan Isolated). Usnida berhasil menyisihkan pesaing nya difinal sebanyak  10 finalis lain dari 7 universitas diantaranya ITB, UB, UGM, USU, dan lain sebagainya. Sebelum lolos ke babak final, Usnida terlebih dahulu bersaing dengan menyisihkan puluhan proposal yang dikirimkan ke panitia.

Saat ini Usnida juga aktif di Yayasan Lentera, sebuah komunitas di Kota Solo yang memberIkan pendampingan kepada anak-anak pederita HIV/AIDS.

Tujuan dari program LGIS adalah untuk mempromosikan ilmu pengetahuan sebagai suatu hal menyenangkan, kreatif dan bidang vital yang menjanjikan karir. Sebelumnya dikenal sebagai L’Oréal Gadis Science Camp, program tersebut telah dirubah untuk memastikan bahwa itu selaras dengan inisiatif dari L’Oréal Foundation dan yang LGIS saham ekuitas yang sama dengan L’Oréal-UNESCO For Women in Science dan L’Oréal Sorority di science, yang adalah untuk meningkatkan kesadaran ilmu antara perempuan.[M2]

 

pimnas 2017

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mempersembahkan satu medali perunggu untuk UNS di bidang poster dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2017 yang digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar pada Rabu-Senin (23-28/8/2017).

Dari 11 Tim yang berhasil maju di tingkat nasional, 4 diantaranya dari Fakultas MIPA dengan rincian 5 tim PKM-PE (Penelitian), 5 tim PKM-KC (Karsa Cipta), dan 1 tim PKM-K (Kewirausahaan). Diikuti oleh lebih dari 1600 mahasiswa dari 89 universitas dari seluruh Indonesia, PIMNAS merupakan puncak dari kompetisi ilmiah nasional terbesar yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti yakni Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Sebelum maju pada ajang Pimnas, 11 Tim dari UNS mendapat pandampingan dari Tim Pengembangan Mahasiswa (TPM), dan menjalani pelatihan intensif selama tiga hari dari tanggal 14-16 Agustus 2017 di D’Wangsa Lor In Hotel, Solo.

Perolehan medali perunggu di bidang poster yang diraih oleh tim PKM-KC dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berjudul Aptucos (Air Purification Tools Using Coconut Shell): Alat Pemurni Udara Inovatif Sebagai Alternatif Pertolongan Pertama Korban Asap Regional Kebakaran. Tim yang beranggotakan yang beranggotakan Alfiyatul Fithri, Yayan Dwi Sutarni, dan Burhan Fatkhur Rahman mendapat bimbingan langsung dari Dr. rer. nat Maulidan Firdaus (Prodi Kimia).

Aptucos (Air Purification Tools Using Coconut Shell) adalah Alat Pemurni Udara yang terbuat dari bahan dasar limbah Tempurung Kelapa dengan kombinasi air sebagai komponen dalam proses filtrasi. Prinsip kerja Aptucos adalah berdasarkan proses absorbsi gas dalam pori-pori karbon aktif. Keberhasilan kinerja alat tersebut terlihat dari penurunan kadar CO dan CO2 setelah melewati Aptucos. Efesiesni nya dapat menurunkan kadar CO dalam asap sebesar 75-85% dan menurunkan kadar CO2 sebesar 24-51 persen.

“Hasil tersebut menunjukan bahwa Aptucos efektif menyaring asap beracun menjadi udara bersih.” ujar Fithri

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA, Pof. Dr. Sugiyarto mengaku cukup senang dengan prestasi yang ditorehkan tim PKM FMIPA meskipun masih jauh dari harapan. Apalagi saat ini, PKM menjadi salah satu indikator di dalam pemeringkatan Perguruan Tinggi.

“Senang sih, tapi masih jauh dari harapan” ujarnya.[M2]

 

DSC_0981Peneliti sekaligus Dosen di Fakultas MIPA dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Pranoto, menemukan tingginya kandungan timbal (Pb) dalam daging sapi yang memakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta. Sehingga sapi-sapi yang digembalakan di TPA sampah Putri Cempo tidak layak dikonsumsi, khususnya untuk jadi hewan kurban. Hal ini diungkapkannya menanggapi wawancara yang dilakukan awak media di Laboratorium Fakultas MIPA UNS pada hari Senin, 28 Agustus 2017.
Hasil penelitian ini berdasarkan sampel sapi yang digembalakan di TPA Putri Cempo yang dilakukan medio Januari Februari lalu. Hasilnya sama dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan kandungan timbal yang tinggi, melebihi abang batas. Sementara ambang batas kandungan Pb yang ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah 1 ppm (part per million).

Hasil penelitian Dr. Pranoto menunjukkan hasil 13-17 ppm untuk sapi yang mengonsumsi sampah lama dan 1,46-1,7 ppm untuk sapi yang memakan sampah baru.
Berbeda dengan hasil penelitin tahun lalu (2016) dimana hasil penelitian menunjukkan kandungan timbal 15 ppm untuk yang memakan sampah lama. Sedangkan untuk sampah baru, kadar timbalnya 1,4 ppm.

“Tahun ini kita menggunakan metode UV-VIS (Ultra Violet Visible Spectophotometry), berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectophotometry),” demikian dijelaskan oleh Dr. Pranoto

Dengan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa sapi yang digembalakan di TPA puti Cempo tidak layak konsumsi karena mengandung timbal tinggi yang membahayakan kesehatan diantaranya adalah penurunan tingkat kecerdasan (IQ) pada anak-anak, hingga menimbulkan pembengkakan hati dan kemungkinan merusak organ tubuh lainnya.

“Masyarakat diminta waspada dalam memilih daging sapi atau hewan kurban,” jelasnya.

Meski demikian, kadar timbal yang tinggi pada sapi pemakan sampah sebenarnya bisa diturunkan, dengan cara dikarantina.

“Dikarantina selama tiga bulan sebelum dipotong,” katanya.

Selama karantina tersebut, sapi harus mendapat pakan rumput hijau. Rumput yang mengandung protein bisa menetralisasi timbal dan meluruhkannya melalui kotoran atau urine. Disamping itu, sapi yang dikarantina juga harus mendapat minum yang cukup. [M2]

 

Kontribusi D3 TI2

Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi alumni terhadap alamater, Keluarga Alumni D3 Teknik Informatika dan Komputer (KATIKOM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (FMIPA UNS) memberikan sumbangan/kontribusi berupa dalam berbagai bentuk.

Pertama adalah  berupa Alat Kelengkapan Studio Multimedia D3TI senilai Rp 7.500.000 yang diserahkan oleh Ketua KATIKOM Bapak Edi Susilo kepada Ketua Prodi D3TI FMIPA UNS yang diwakili oleh Bapak Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng.

Disamping itu juga ada sumbangan dari alumni berupa Sistem Peminjaman Ruang Online di Fakultas MIPA senilai Rp5.000.000 dan Sistem Penelusuran Data Alumni Online Fakultas MIPA senilai Rp 10.000.000 yang diserahkan oleh Ketua KATIKOM Bapak Edi Susilo kepada Dekan Fakultas MIPA UNS yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNS Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Sebagaimana dikatakan oleh salah satu pengurus KATIKOM dalam rilis nya masn Fendy yang diterima tanggal 28 Agustus 2017 bahwa salah satu tujuan dari kontribusi adalah sebuah langkah awal untuk membantu program studi D3 Teknik Informatika khususnya dan FMIPA dalam melakukan tracer alumni dan sekaligus persiapan pelaksanaan Reuni Akbar Alumni D3 Teknik Informatika FMIPA UNS yang direncanakan pada bulan Desember 2017 mendatang.

“Sebagai langkah awal dalam melakukan tracer alumni dan persiapan reuni Akbar,” ujar Fendi dalam sebuah kesempatan. [M2]

 

DSC_0947

Seiring dengan tuntutan untuk melepaskan diri dari ketergantungan minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan kerusakan lingkungan akibat emisi gas buang, Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Fist Symposium on Bioconversion dengan tema “Biokonversi Sumber Daya Alam Nabati untuk Menopang Kemandirian Bangsa.”

Simposium diselengarakan pada hari Kamis, 24 Agustus 2017 bertempat di Ruang Indraprasta UNS Inn Surakarta dengan peserta dari berbagai kota di Indonesia diantaranya adalah dari Bandung, Yogyakarta dan Jakarta.
Bertindak sebagai pembicara utama pada simposium adalah Prof. Dr. Selahattin Yilmaz dari Izmir Institue of Technology, Izmir, Turkey dan Prof. Arief Budiman dari Universitas Gajah Mada.

Menurut Prof. Arief Budiman dengan semakin terbatasnya sumber daya alam tidak terbarukan dan berbagai isu lingkungan menyebabkan konsep pegembangan kawasan beralih ke ekonomi berbasis hayati (biobased economy). Konsep ini membutuhkan sumber biomassa dalam jumlah besar yang bisa memunculkan dampak lingkungan seperti berkurangnya hutan, terganggunya biodiversity dan menurunnya produktivitas tanah.

Untuk menanggulangi efek negative tersebut, Arief Budiman memberikan alternative pemanfaatan mikroalga. Mikroalga adalah organisme mikroskopis berukuran 1-50 µm yang dapat berfotosintesis menggunakan energi cahaya dan air untuk menghasilkan biomassa dari CO2 dalam lingkungan air tawar atau laut. Keunggulan unik dari mikroalga ada pada reproduksinya yang sangat cepat.

“Mikroalga memilki banyak keunggulan jika digunakan untuk menghasilkan minyak sebagai bahan baku biodiesel disamping juga bisa menghasilkan biojetful, bioethanol dan biogas.” Demikian dikatakan Prof Arief.

Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua sedunia serta hamparan sinar matahari yang menyinari sepanjan tahun, mempunyai potensi besar untuk mengembangkan mikroalga berbasis biorefinery (konsep terintegrasi pemanfaatan biomassa). Meski banyak tantangan yang dihadapi jika ide dan konsep ini dipalikasikan, namun kita harus optimis bahwa 20 atau 30 tahun mendatang, minyak dari mikroalga akan mejadi primadona dunia.

Diharapkan dari simposium ini akan dapat meningkatkan semangat peneliti dan kerjasama dari berbagai pihak terkait untuk menunjang pembangunan di Indonesia.
“Kami berharap, simposium ini menjadi wadah menjalin kerjasama baik dari pihak pemerintah, industri, peneliti dan akademisi untuk menggali ide-ide visioner terkait usaha optimalisasi sumber daya alam nabati Indonesia.” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Desi Suci Handayani mewakili Dekan FMIPA UNS.

Simposium juga menghadirkan pembicara lain diantaranya Dr. Eng. Yessi Permana (Kimia ITB), Dr. rer.nat. Wirawan Ciptonugroho (TU Dortmund, Teknik Kimia UNS), Dr. rer.nat. Witri Wahyu Lestari (Kimia UNS), Dr. Khoirina Dwi Nugrahaningtyas (Kimia UNS), dan Dr. Bambang Heru Susanto, ST, MT (Teknik Kimia UI). [M2]

Seminar Gunung Lawu 1

Peduli akan keanekaragaman hayati Gunung Lawu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS selenggarakan Seminar Nasional Sabuk Gunung Lawu.

Seminar hasil kerjasama antara FMIPA dan Fakultas Ilmu Budaya UNS berlangsung pada hari Sabtu, 22 Juli 2017 bertempat di Aula Gedung C Fakultas MIPA. Hadir sebagai pembicara adalah Drs. Yuliatmono, M.M. (Bupati Karanganyar), Prof. Dr. Teguh Supriyanto Guru Besar Ilmu Budaya dari Universitas Negeri Semarang, Dr. Agus Maryono Hidrologi dai UGM serta Prof. Dr. Sugiyarto Guru Besar Biodiversitas UNS.

Gunung Lawu memiliki makna penting untuk konservasi lingkungan terancam keberadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati nya dikarenakan eksploitasi yang berlebihan, oleh karena itu diperlukan upaya penyelamatan ekosistem.  Menurut Prof. Sugiyarto, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terjadi pencemaran air sungai Samin oleh bakteri koliform.

“Sungai Samin, sebagai salah satu indikator bagian atas sudah tercemar bakteri koliform. Hal ini menjadi ancaman yang luar biasa terhadap keanekaragaman hayati. Cemaran ini bisa jadi karena perkembangan pariwisata yang semakin menggila sehingga berdampak pada eksploitasi Sumber Daya Alam yang berlebihan,” demikian dikatakan oleh Prof. Sugiyarto selaku pembicara sekalius Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS Solo.

Ia menyatakan, alih fungsi lahan menjadi perumahan juga sebagai ancaman , selain masalah terbesar yaitu swastanisasi dan eksplorisasi Sumber Daya Air dan Proyek Geothermal.

Semnas Gunung Lawu 2

Seminar yang mengambil tema “Penyelamatan Ekosistem Gunung Lawu Berbasis Budaya” sengaja dipilih karena potensi Gunung Lawu sebagai kantong keanekaragaman hayati yang tinggi dan menyimpan potensi Budaya Jawa saat ini mengalami ancaman yang luar biasa. Disamping juga untuk memberikan wacana baru mengenai penyelamatan ekosistem dengan menggunakan strategi budaya lokal.

Perlu diketahui bahwa kekayaan budaya lokal masyarakat di seputar Gunung Lawu  memiliki makna besar untuk konservasi lingkungan, dengan demikian  diharapkan menyadarkan para peserta seminar khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk tetap melestarikan budaya serta mendukung setiap usaha konservasi lingkungan Gunung Lawu melalui berbagai strategi/pendekatan.

”Sebagai akademisi kami merasa memiliki tanggungjawab pada upaya penyelamatan dan pelestarian biodiversitas atau keanekaragaan hayati yang ada disekitar Gunung Lawu,” ujar Prof. Sugiyarto.

Untuk itu pihaknya ke depan akan melakukan pendekatan budaya , karena masyarakat Gunung Lawu  juga memiliki potensi budaya kolosal yang tercermin dari karya tari , sehingga diharapkan mampu menjaga kekayaan Gunung Lawu secara mandiri. [M2]

 

Lokakarya 2

Guna meningkatkan kualitas pelayanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Acara yang diselenggarakan selama dua hari pada Jumat-Sabtu, 21-22 Juli 2017 di The Alana Hotel Solo dihadiri oleh seluruh tenaga kependidikan dan kaprodi di lingkungan FMIPA.

Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan layanan pada masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa, karena pada hakekatnya tugas sebagai abdi negara adalah memberikan pelayanan. Selain itu, juga dikarenakan banyak tenaga kependidikan yang alih tugas sehingga rincian tugasnya harus menyesuaikan dengan tugas yang baru. Alih tugas dimaksud untuk menyesuaikan penempatan pegawai agar sesuai dengan kompetensinya.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Drs. Pangadi, M.Si mengatakan bahwa penempatan pegawai harus sesuai dengan kompetensinya. Maka diharapkan institusi dalam hal ini UNS, perlu menyusun satuan jabatan untuk penempatan pegawai agar sesuai.

“Penempatan dan penataan pegawai yang kita lakukan selama ini mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya adalah kualifikasi akademik, kinerja dan satuan kompetensi,” demikian disampaikan oleh Bapak Pangadi, M.Si.

Lokakarya 3Lokakarya juga diisi dengan sosialisasi dari PT Taspen tentang manajemen Taspen, karena mulai tahun 2017 ada program baru berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Dalam materinya, Bapak Yadiyanto, S.H. selaku Pelaksana Account Officer PT Taspen Solo mengatakan bahwa PT Taspen selalu berusaha meningkatkan pelayanan kepada peserta. Disampaikan pula oleh beliau tentang Hak dan Kewajiban Peserta, Macam-macam Layanan Taspen, diantaranya adalah Layanan Klaim Otomatis (LKO) dimana LKO ini untuk pembayaran Tabungan Hari Tua (THT) dan pensiun kepada aparatur sipil negara dan pejabat negara (PNS) yang dilakukan oleh Taspen secara proaktif. Dengan begitu, peserta dapat langsung menerima manfaat tanpa harus mengurus atau datang ke kantor Taspen.

“Sebelum adanya Layanan Klaim Otomatis, baru diurus setelah dokumennya lengkap. Karena Taspen menunggu berkas tersebut di kantor. Dengan layanan klaim otomatis yang berlaku mulai tahun 2016, Taspen akan proaktif sehingga peserta dapat langsung menerima manfaat,  baik itu THT atau pensiun tanpa harus mengurus atau datang ke Taspen,” katanya pada acara sosialisi yang dihadiri oleh pegawai apparatur sipil negara (ASN) FMIPA UNS. [M2]

Penandatanganan Prasasti

Pada hari Selasa, 4 juli 2017 Rektor UNS Prof Dr. Ravik Karsisi, MS menandatangani prasasti gedung C FMIPA UNS. Penandatangan dilakukan di Ruang Sidang Gedung C dengan disaksikan oleh para Wakil Rektor, Dekan FMIPA dan Ketua serta Dharma wanita persatuan UNS.

Dalam sambutannya Rektor menyambut baik keberadaan Gedung C Fakultas MIPA yang terdiri dari lima lantai, dimana lantai lima merupakan ruangan yang multi fungsi. Disamping sebagai ruang pertemuan dan seminar, ruangan tersebut bisa digunakan juga untuk ruang kuliah. Ruang tersebut juga dilengkapi dengan videotron, dimana fasilitas ini satu-satunya yang dimilki oleh Universitas.

“Semoga ini (fasilitas Gedung C FMIPA) bisa menginspirasi fakultas atau unit kerja lain yang ada di lingkungan universitas,” demikian lanjut Rektor. [M2]

 

akreditasi kimia fmipa ok

Proram Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penetapan tersebut tertuang dalam keputusan bernomor 1293/SK/BAN-PT/Akred/SN/2017.  Dengan mendapatkan akreditasi A maka bertambah satu lagi program studi FMIPA  yang mendapatkan nilai A setelah Fisika dan Biologi.

Hasil akreditasi A ini membuktikan bahwa Prodi Kimia baik dari sarana prasarana, produktivitas, efisiensi program studi maupun mutu lulusan sudah sangat baik. Sarana prasarana menyangkut  fisik maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi tenaga pengajar / dosen dan tenaga kependidikan. Saat ini Program Studi Kimia memiliki 25 Dosen tetap dengan kualifikasi 2 orang guru besar, doktor sejumlah 14 orang, 6 orang sedang menempuh progam doktor dan 3 orang bergelar master. Kualitas para lulusan dan akreditasi lembaga maupun program studi, sedikit banyak bergantung pada kualitas dosen pengajar. Dengan diraihnya nilai akreditasi A, maka dipastikan bahwa dosen atau tenaga pengajar di Prodi Kimia sudah memenuhi kualifikasi sangat baik.

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dengan demikian, akreditasi melindungi masyarakat dari penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Manfaat akreditasi bagi para lulusan, terutama yang ingin bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena beberapa instansi tidak hanya mensyaratkan IPK namun juga mensyaratkan akreditasi isntitusi. Bisa jadi IPK nya tinggi namun ditolak saat mendaftar karena nilai akreditasi institusinya tidak memenuhi syarat.

Beberapa perusahaan swasta pun sudah mensyaratkan calon tenaga kerjanya harus berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B bahkan A. Karena itu beberapa perguruan tinggi memberikan fotocopy piagam akreditasi kepada para lulusannya. Hal ini dilandasi kesadaran pihak perguruan tinggi terhadap kebutuhan dunia kerja saat ini. [M2]

????????????????????????????????????

Dr. Arios S. Setiadi ketika meberikan materi di acara semiloka di UNS Inn

Mengundang pakar dari Jakarta, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengajak mahasiswa untuk sukses dan mampu mengaktualisasikan diri sehingga diakui secara internasional. Adalah Dr. Ario S Setiadi, M.M President Direktur Multi National Pharmaceutical Company berbicara tentang kriteria mahasiswa sukses dihadapan ratusan mahasiswa FMIPA yang memenuhi ruang Idraprastha UNS Inn pada Sabtu, 20 Mei 2017.

Mahasiswa sukses, menurut Ario bukan hanya ditentukan secara akademik saja, namun ada beberapa aspek yang menjadi kriteria seorang mahasiswa itu dikatakan sukses, yaitu Attitude, Skill dan Knowledge. Sikap atau respon seseorang terhadap orang lain sangat memengaruhi kesuksesannya di dalam menapaki kehidupan, demikian juga dengan skill atau keterampilan yang dimiliki. Dan yang terakhir adalah knowledge atau pengetahuan. Pengetahuan adalah informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang, hal ini terjadi karena informasi tersebut menjadi dasar seseorang untuk bertindak, dimana pengetahuan tersebut akan memampukan seseorang untuk mengambil tindakan yang berbeda atau tindakan yang lebih efektif dibandingkan tindakan seseorang yang tidak memiliki pengetahuan.

Lebih lanjut Ario mengatakan, tidak kalah penting dalam mencapai kesuksesan adalah bagaimana kita membangun relasi dan menjaganya. Agar relasi tetap terjaga Ario memberikan tips, kita mesti mempelajari latar belakang berbagai sifat orang sehingga dalam berhadapan dengan orang yang berbeda, sikap kita pun harus menyesuaikan.

????????????????????????????????????

Dr. Sutanto, S.Si., DEA, Staf ahli rektor, memberikan semangat kepada mahasiswa pada acara semiloka

Pada kesempatan yang lain, staff ahli rektor UNS, Dr. Sutanto, S.Si. DEA menyampaikan materi tentang internasionalisasi.  Bahwa menurutnya, Internasionalisasi adalah bagaimana membawa kearifan lokal ke pentas Internasional, apa yang kita punya kita bawa dan kita kenalkan ke dunia internasional.

Sutanto mengatakan, kita hidup di negeri yang memiliki kekayaan kuliner luar biasa. Dia mengajak mahasiswa untuk berfikir bagaimana mengenalkan kekayaan kuliner nusantara yang luar biasa ini ke pentas dunia.  Bahkan kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, menunggu orang-orang kreatif dan hebat untuk bisa menggali dan memanfaatkan. Hidup di negeri katulistiwa adalah suatu anugerah, dimana kita diberi energi tenaga surya yang berlimpah. Namun sayang kita belum bisa secara maksimal memanfaatkannya. Jika kita mampu untuk memanfaatkan secara maksimal, niscaya kita tidak akan mengalami yang namanya krisis tenaga listrik.

Sutanto mengajak kepada mahasiswa MIPA yang terdiri dari beberapa program studi untuk berkolaborasi melakukan riset atau penelitian. Dia mencontohkan teknologi Photovolteic (PV), yaitu sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk energi dengan mengubah sinar Matahari menjadi listrik. Dari teknologi ini (PV) bisa dikolaborasikan penelitian dengan lintas disiplin ilmu fisika, kimia, matematika atau statistika sehingga akan dihasilkan produk yang optimal. Dan hasil penelitian ini bisa dipublikasikan di jurnal internasional. [M2]