????????????????????????????????????

Bernardus Sabar ketika memberi motivasi kepada salah satu peserta kuliah umum

Guna menambah wawasan serta mencetak lulusan bereputasi Internasional Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengundang pakar dari dunia industri. Mengundang pakar  animasi Bernardus Sabar Wahyudi seorang animator 3D di The Little Giantz Animation Studio Jakarta dalam tajuk Kuliah kuliah umum dan workshop dengan tema : Basic Animation Techniques for International Scale Project. Acara yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 20 Mei 2017 di R. Aula Gedung C dan Ruang Lab Studio ini diikuti oleh mahasiswa program Studi D3 Teknik Informatika tingkat akhir.

Dalam materinya, Bernardus Sabar menyampaikan Prinsip-prinsip dasar animasi untuk projek skala internasional. Perlu diketahui bahwa saat ini seorang animator (orang yang membuat animasi) sangat dibutuhkan di dunia industri, terutama adalah industri animasi dan perfilman, industri periklanan dan broadcasting, industri game dan tentu saja industri web dan internet. Kita mengenal film semisal Dragon Ball, Dora Emon, Shin Chan adalah produk animasi. Kita juga tahu bahwa ada beberapa film yang menggunakan animasi tingkat tinggi diantaranya adalah The Lord of The Ring dan Transformer.

Dikatakan  oleh Sabar, animator yang pernah menjadi Lead Animator di MD Entertainment dan juga merupakan lulusan Prodi D3 Teknik Informatika UNS, bahwa jika kita ingin menjadi animator yang hebat maka kemampuan dasar dan vital yang harus dimilki adalah kemampuan dasar artistik dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan penggunaan program-program komputer.

Dengan diselenggarakannya kuliah umum dan workshop maka akan lebih mengenalkan kepada mahasiswa dasar-dasar teknik animasi yang nanti akan diperlukan dalam mengerjakan proyek-proyek animasi skala internasional, serta memberikan gambaran nyata peluang kerja di dunia animasi.

“Kami berharap, mahasiswa mengenal lebih dalam dasar-dasar teknik animasi yang diperlukan untuk mengerjakan proyek-proyek berskala internasional, sehingga mahasiswa bisa bersaing di dunia global,” demikian disampaikan Fendi Aji Purnomo, salah satu dosen Prodi D3 Teknik Informatika. [M2]

????????????????????????????????????

Dekan FMIPA, Prof. Ir. Ari Handono Ramelan memberikan sambutan pada acara Scientist Business Coaching

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan acara Scientist Business Coaching (SBC) yaitu pendampingan  bisnis bagi mahasiswa MIPA. Acara yang diperuntukkan terbatas hanya bagi 100 orang yang sungguh-sungguh pengin punya usaha maupun yang sudah punya usaha starup ini diselenggarakan pada hari Rabu (17 Mei 2017) bertempat di R. Aula Gedung C FMIPA.

Menampilkan Andri Budiono, seorang pengusaha sekaligus pengurus  Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) cabang Solo. Dalam materinya Andri Budiono menyampaikan bahwa ada orang yang menjadi pengusaha karena ketidaksengajaan yang dia istilahkan dengan by Accident, dan ada karena memang direncanakan atau dia sebut by Design. Bedanya adalah jika seseorang menjadi pengusaha by Accident maka bisa dipastikan bahwa usahanya tidak akan bertahan lama, beda jika menjadi pengusaha atau pebisnis karena direncanakan. Usaha yang direncanakan akan bisa bertahan dan jika menghadapi masalah akan dengan mudah bisa diselesaikan karena sudah diantisipasi sebelumnya.

Lebih lanjut Andri mengatakan, menjadi pengusaha by Design perlu adanya support system agar usaha tersebut bisa berkembang dengan pesat diantaranya adalah Family/keluarga, Guru Spiritual, Mentor Bisnis, Mastermind/Leader Forum, dan Team Work. Maka dengan adanya SBC ini bisa menjadi mastermind (tempat curhat) bagai para pengusaha pemula (starup) menghadapi masalah dalam membangun bisnisnya. Dan juga dengan adanya SBC ini para mahasiswa akan didampingi oleh para mentor dalam membangun dan mengembangkan usahanya.

Pembicara kedua adalah seorang entreprenuer dari Magelang Alfadlol, owner LPK Saitama, lembaga spesialist diklat magang ke Jepang yang memberangkatkan calon tenaga kerja nya secara mandiri. Alfadlol menyampaikan bahwa ketika kita mengikuti pelatihan bisnis agar berhasil harus Antusias, Fokus dan Action. Dia mengatakan sebagai seorang scientist maka kita harus bisa mengungkap empat rahasia tanda matematika untuk kesuksesan. Pertama adalah tanda plus, kita harus bisa menciptakan nilai tambah (value) dari bisnis yang kita kembangkan. Kedua adalah tanda kali, dimana filosofinya adalah, untuk meningktakan keuntungan yang berlipat kita perlu membuka dan menambah cabang baru. Ketiga adalah tanda bagi, dimana ketika kita sudah sukses dalam berbisnis jangan pelit untuk berbagi ilmu dengan orang lain. Dan keempat adalah tanda kurang, dimana sepandai-pandainya kita pasti punya kelemahan dan kekurangan, maka bagaimana kita bisa menutup kelemahan dan kekurangan kita dengan hal yang positif sehingga menjadi nilai lebih.

Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah terwujudnya unit bisnis yang dikelola oleh organisasi mahasiswa (ormawa), sehingga diharapkan ormawa bisa mandiri dalam pengelolaan dan pembiayaan organisasi. Dan tidak menutup kemungkinan akan muncul owner-owner baru dikalangan mahasiswa sehingga menjadikan mahasiswa lebih mandiri. Dikatakan oleh wakil dekan bidag kemahasiswaan dan alumni FMIPA, Prof. Sugiyarto, bahwa acara SBC akan berkelanjutan dengan dibukanya kelas pendampingan bisnis sampai mahasiswa mampu menemukan dan menjalankan ide bisnisnya. Rencananya akan diadakan pendampingan setiap dua pekan sekali selama enam bulan oleh coach bisnis dengan jadwal materi terstruktur. Semua coach bisnis yang memberikan materi dan melakukan pendampingan selama enam  bulan merupakan praktisi dan seorang pengusaha.

“Kami berharap dengan adanya SBC ini akan muncul pengusaha-pengusaha baru dikalangan mahasiswa,” demikian dikatakan oleh Prof. Sugiyarto ketika memberikan sambutan.  [M2]

????????????????????????????????????

Dr. Vidyasagar Potdar dari Curtin University Australia memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa FMIPA UNS

Big Data adalah istilah yang menggambarkan volume data yang sangat besar, baik itu data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Saat ini Big Data sangat potensial untuk digunakan dan dikembangkan bukan hanya dalam dunia bisnis, namun dalam dunia yang lebih luas semisal dunia akademik dan politik. Bukan hanya besar data yang menjadi poin utama, tetapi yang lebih peenting adalah apa yang harus dilakukan organisasi dengan data yang ukurannya sangat besar, variatif dan mungkin tidak terstruktur tersebut.

Atas kepedulian tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan idBigData, sebuah komunitas bagi penggiat, pengguna dan pelaku Big Data di Indonesia menyelenggarakan International Lecture (Kuliah Umum Internasional) pada hari Rabu (26 April 2017) bertempat di Ruang Aula Gedung C FMIPA UNS. Dengan dihadiri oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika, Statistika, Informatika, D3 Teknik Informatika dan PTIK FKIP acara dibuka langsung oleh Dekan FMIPA, Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc, (Hons) Ph.D. Dalam sambutannya Dekan berharap dengan International Lecture ini akan menambah wawasan mahasiswa dan memotivasi mereka belajar dan berkarya  untuk bangsa tercinta.

“Saya berharap dengan kehadiran Dr.  Vidyasagar Potdar bisa memotivasi mahasiswa untuk melanjutkan kuliah keluar negeri”, demikian dikatakan Prof. Ari.

Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Vidyasagar Potdar dari Curtin University Australia, Dr. Dewi Wisnu Wardani, M.Si (FMIPA UNS), Sigit Prasetyo (Chairman idBigData) dan Arief Dolants (Head of Product Development Lab 247).

Dalam materinya Dr. Vidyasagar Potdar menyampaikan tema ‘Big Data in Smart City Context’, dimana dia mengatakan bahwa saat ini ada beberapa tantangan atau permasalahan yang umum dihadapi dikota besar diantaranya adalah kemacetan lalulintas, pencemaran lingkungan, transportasi dan mobilitas, perumahanan yang terjangkau dan mudah diakses dan lain sebagainya.  Untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut yang nota bene adalah pelayanan kepada masyarakat perlu adanya kebijakan yang tepat. Untuk bisa menghasilkan kebijakan yang pas maka harus tersedia data yang akurat, maka diperlukan penyempurnaan infrastuktur canggih yakni dengan membangun big data.

Dikatakan oleh Vidyasagar, bahwa  teknologi big data bagi perkembangan sebuah smart city (kota pintar) adalah sangat penting. Hal ini dikarenakan banyaknya data dari bebagai sector kehidupan di sebuah kota sehingga dibutuhkan suatu teknologi yang mampu menganalisis, mengintegrasi sekaligus bisa dilihat secara real time.

Data-data olahan dapat dijadikan dasar untuk menentukan kebijakan strategis yang tepat, misalnya di bidang transportasi, pengaplikasian teknologi pengolahan data ini bisa membantu warga untuk memperoleh informasi dengan cepat dan tepat tentang kondisi dan lokasi transportasi umum yang sesuai untuk digunakan pada rute tertentu.

Selain itu, pengaplikasian teknologi big data untuk sektor lingkungan bisa membantu pemerintah untuk memantau tingkat polusi, jumlah dan jenis sampah yang dibuang setiap hari, dan lain sebagainya. Kemampuan analisis data untuk memonitor kebutuhan sebuah kota diharapkan mampu menjadi dasar untuk pengelolaan sumber daya yang lebih efisien.Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur untuk pengumpulan dan integrasi data-data dari berbagai sumber sangat penting untuk dilakukan.

Hadir sebagai pembicara kedua adalah Dr. Dewi Wisnu Wardani, M.S. dosen Informatika FMIPA UNS lulusan Program Doktor dari Johannes Kepler University Linz Austria yang menyampaikan materi tentang Variety Issue of Big Data in The Web of Data. [M2]

????????????????????????????????????

Prof. P. T. Thomas dari Taylor’s University Malaysia

Tenaga kefarmasian saat ini sangat dibutuhkan, baik di industri farmasi, apotek, puskemas maupun rumah sakit.  Untuk menambah pengetahuan tentang tenaga kefarmasian, Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNS menyelenggarakan kuliah tamu pada hari Rabu (26 April 2017) bertempat di Madukara Room UNS Inn Solo.

Mengundang pakar Prof. P.T. Thomas dari School of Pharmacy Taylor’s University Malaysia, dan Dra. Fita Rahmawati, Sp. FRS., Apt dari Universitas Gajag Mada (UGM) Yogyakarta. Keduanya berbicara tentang peran Farmasi Klinis di Rumah Sakit. Baik Prof. Thomas maupun Ibu Fita sepakat bahwa farmasis harus diberi peran yang lebih besar dalam manajemen rumah sakit. Selama ini farmasis di rumah sakit masih dipandang sebelah mata, yang terkadang kehadirannya  dengan peran lebih tidak diharapkan baik oleh dokter maupun perawat. Hal ini umum di negara berkembang, dan diamini oleh Prof. Thomas, karena menurut dia, di Malaysia pun peran farmasis tidak jauh berbeda dengan di Indonesia yang masih dipandang sebelah mata. Berbeda dengan dinegara maju, farmasis mendapat apresiasi. Ibu Fita mencontohkan di salah satu Rumah Sakit di Amerika, bahwa seorang farmasis bisa memberikan injeksi kepada pasien, dimana hal ini hanya bisa dilakukan oleh perawat atau dokter jika di Indonesia.

Padahal menurut Fita, sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan nomor 58 Tahun 2014 bahwa Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit diantaranya meliputi, pengkajian dan pelayanan resep, Pelayanan Informasi Obat (PIO), Pemantauan Terapi Obat (PTO), Monitoring Efek Samping Obat (MESO), Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD) dan lain sebagainya. Jika dilihat dari sini maka peran farmasi klinis di Rumah Sakit sangat strategis. Sehingga peran farmasis dalam pemberian obat diharapkan bisa efektif dan tanpa efek samping.

Kuliah tamu yang dihadiri oleh mahasiswa Farmasi ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa mengenai farmasi klinis.

“Tujuan kuliah tamu adalah guna menambah wawasan keilmuan mahasiswa dan update issue yang berkembang saat ini,” demikian dikatakan oleh Dr. rer nat Sapton Hadi selaku kepala Program Studi (Prodi) Farmasi Fakultas MIPA.

Lebih lanjut dikatakan oleh Saptono, bahwa saat ini Prodi Farmasi merupakan salah satu prodi di UNS yang  tinggi peminatnya, hal ini sebagaimana angka ketetatan pada tahun 2016 sebesar 1:75, artinya dari 75 orang yang mendaftar di Prodi Farmasi, hanya 1 orang yang diterima. Saat ini ada empat rumpun di prodi Farmasi yaitu Farmasi Klinis, Teknologi Farmasi, Kimia Farmasi dan Farmasi Bahan Alam.  [M2]

adjis sanjaya 3Adjis Sanjaya, salah satu alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih prestasi sebagai pegawai teladan tingkat nasional BPOM RI tahun 2017. Penghargaan kepada pegawai berprestasi diserahkan pada peringatan acara puncak peringatan HUT Badan POM RI ke-16 dengan tema “Membangun Inovasi dan Kemitraan Mendukung Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan” yang dilaksanakan di Balai Kartini dengan dipimpin langsung oleh Kepala Badan POM, Ibu Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, M.C.P.

Di sela-sela acara diumumkan penghargaan Pegawai Teladan Nasional Badan POM RI yang di raih oleh pegawai teladan Balai POM di Gorontalo Adjis Sanjaya, S.Si. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, M.C.P. selaku Kepala Badan POM.

Adjis Sanjaya adalah lulusan Program Studi (Prodi) Biologi FMIPA UNS yang saat ini bekerja di BPOM Gorontalo seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi. Semasa kuliah dia aktif diberbagai kegiatan kampus dan unit kegiatan mahasiswa serta aktif di kelompok studi Kepak Sayap, salah satu kelompok studi yang ada di prodi Biologi. []

????????????????????????????????????

Prof. Dr. Syamsul Rizal, M.Eng, Prof. Dr. Hilda Zulkifli, M.Si. DEA dan Prof. Eko Hadi Supono, M.Si saat visitasi lapangan ke Prodi S3 Biologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) berencana membuka Dua Program Studi (Prodi) Doktor, yaitu Prodi Doktor Fisika dan Doktor Biologi. Salah satu tujuan dibukanya Prodi Doktor adalah karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin berkembang menuntut peran para ilmuwan dan peneliti, untuk memiliki motivasi dan etos kerja tinggi serta kualitas akademisi yang memadai.

Prodi Doktor Fisika dan Biologi diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan karya ilmiah yang bereputasi internasional. Hal ini didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta fasilitas laboratorium yang memadai. Mengingat UNS telah mencanangkan diri untuk menjadi world class university (WCU) pada tahun 2019, maka berdirinya Prodi Doktor Fisika dan Doktor Biologi akan mendukung tercapainya tujuan tersebut.

Untuk melihat kesiapan institusi dalam pembukaan Prodi baru maka selama tiga hari mulai hari Kamis-Sabtu (6-7 April 2017) dilakukan visitasi lapangan ke kedua prodi  Fisika dan Biologi. Kedatangan Visitor diterima oleh Dekan FMIPA Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc. Ph.D dan para wakil dekan dengan didampingi oleh direktur Pasca Sarjana Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, M.Pd beserta jajarannya.

Progran Studi Doktor yang akan dibuka diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk pengembangan IPTEK serta berperan dalam penelitian dan pengembangan teknologi yang bermanfaat dalam berbagai bidang pengetahuan.

Sebagai mana dikatakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Sutarno, M.Sc. Ph.D saat menerima visitasi lapangan bahwa pendirian program studi doktor ini merupakan hal yang menjadi prioritas bagi UNS. UNS sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki reputasi yang sangat baik, aktif menyumbangkan lulusan yang memiliki kualifikasi yang unggul.    Dengan lulusan yang berkualitas, harapannya akan meningkatkan sumbangsih bagi bangsa dan negara. []

SANGIRAN D3 2017 1Dosen dan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Group Riset Multimedia  Progran Studi (Prodi) Diploma III Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pada hari Kamis (9/3/2017), berkunjung ke Museum Sangiran. Maksud kedatangan rombongan adalah untuk menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Hal ini merupakan tindaklanjut dari Memorandum of  Understanding (MoU) yang telah ditandatangi antara pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dengan Fakultas MIPA UNS sebelumnya.

Kedatangan rombongan dari FMIPA UNS disambut baik oleh pihak BPSMP Sangiran yang diwakili oleh Bapak Puja Aprianto, staff bagian Pemanfaatan. Melalui Bapak Eko Harry Pratisto, S.T., M.Info.Tech. selaku Ketua Group Riset Multimedia, hasil penelitian tersebut diserahkan kepada BPSMP Sangiran. Hasil penelitian yang diberikan yaitu pengembangan aplikasi E-Museum Sangiran yang telah dikembangkan oleh Bapak Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng. yang dibantu mahasiswa Diploma III Teknik Informatika. E-Museum Sangiran dikembangkan dengan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).

SANGIRAN D3 2017 2Aplikasi E-Museum Sangiran dengan teknologi Augmented Reality telah diimplementasikan pada Ruang Pamer 1 dan Ruang Pamer 2 Museum Sangiran Kluster Krikilan. Dengan aplikasi AR Museum Sangiran tersebut pengunjung dapat secara leluasa menggunakan smartphone mereka dalam memperoleh informasi pada objek pamer, karena objek pamer itulah yang dijadikan markerless dalam aplikasi AR Museum ini. Aplikasi ini bersifat interaktif karena AR memadukan antara objek real yaitu objek pamer museum dengan objek virtual. Fitur informasi yang disajikan dalam aplikasi ini adalah informasi virtual yang disajikan dalam teks, audio, dan objek 3D. Aplikasi AR Museum Sangiran ini hanya mendukung smartphone dengan sistem operasi (OS) android.

Aplikasi E-Museum dengan teknologi Virtual Reality (VR) dapat dinikmati ketika ingin mengeksplorasi Ruang Pamer 3 Museum Sangiran Kluster Krikilan. Dengan aplikasi VR Museum Sangiran masyarakat dapat melakukan eksplorasi objek pamer maupun landscape ruang secara virtual di Ruang Pamer 3 dengan bantuan kaca mata VRBOX dan Joystick Bluetooth. Informasi yang disampaikan dalam aplikasi ini adalah objek pamer dalam 3D dan informasi audio sebagai penjelasannya. Aplikasi ini dapat dinikmati melalui smartphone dengan OS android yang tersedia sensor gyroskop dan memori RAM 1 GB keatas.

Kegiatan diakhiri dengan tanda tangan berita acara serah terima hasil penelitian antar kedua belah pihak dan dilanjutkan foto bersama. Harapannya dengan hadirnya media interaktif tersebut pihak Museum Sangiran dapat menggunakannya untuk menyampaikan informasi secara inovatif kepada masyarakat dengan catatan tetap mencantumkan hak cipta dari si pengembang yaitu Group Riset Multimedia FMIPA Universitas Sebelas Maret. [Fendi A.P./ M2]

????????????????????????????????????

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebals Maret (UNS) berhasil mempertahankan Juara Green Campus Award untuk kedua kalinya. Komitmen yang besar dari seluruh civitas akademika akan pentingnya menjaga kelestarian bumi menjadikan FMIPA berhak atas trophy rektor serta uang pembinaan dan sepeda gunung.

Hadiah diserahkan langsung oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S diterima langsung oleh Dekan FMIPA , Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc., Ph.D pada upacara Dies UNS ke-41 Jumat (10/3/2017) di halaman kantor Pusat Dr. Prakosa.

Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Ari seusai upacara, bahwa Fakultas MIPA sangat berperan dan berkontribusi positif dalam Pemeringkatan UI Green Metric World University Ranking untuk Kampus Universitas Sebelas Maret yang pada tahun 2016 ini UNS menempati urutan ke delapan kampus terhijau di Indonesia.

Mengadopsi standar pemeringkatan UI Green Metric yang terdiri dari statistik kehijauan (15 %), pengelolaan sampah (18 %), energi serta perubahan iklim (21 %), pemakaian air (21 %), transportasi (18 %), serta pendidikan (18%) Fakultas MIPA berhasil mengungguli Fakultas-fakultas yang lain serta unit yang ada di Lingkungan Universitas. [M2]

????????????????????????????????????

dr. Siti Wahyuningsih dalam Seminar Nasional di Fakultas MIPA UNS

Peduli akan obat herbal atau jamu tradisional yang menjadi warisan turun temurun, Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam (FMIPA) Universitas  Sebelas Maret (UNS) menyelengarakan Seminar Nasional Pengembangan dan Kewaspadaan Obat Herbal. Seminar yang diadakan pada Selasa (7/3) betempat di aula gedung C FMIPA UNS menghadirkan pembicara dari kalangan  Pemerintah, Industri dan juga akademisi.

Tampil sebagai pembicara pertama adalah dr. Siti Wahyuningsih, M. Kes kepala dinas kesehatan Kota Surakarta. Dalam materinya beliau mengatakan pentingnya pengawasan dari pemerintah akan peredaran obat tradisonal.  Obat herbal atau jamu tradisonal yang selama ini dikenal oleh masyarakat aman untuk dikonumsi ternyata harus memenuhi standar kesehatan.

Karena pada kenyataanya banyak obat herbal yang beredar di masyarakat mengandung bahan kimia obat, bahkan banyak obat herbal yang tidak punya izin edar.

“Peran masyarakat sangat diperlukan terkait dengan peredaran obat herbal, agar konsumen terlindungi dari kesalahan dalam meminum jamu tradisonal yang efeknya bisa berbahaya karena mengandung bahan kimia obat,” demikian dikatakan oleh dr. Siti Wahyuningsih.

Pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan kota Surakarta sering memberikan bimbingan dan pelatihan kepada produsen obat tradisional terutama jamu gendong. Dari hasil pantuan dinas kesehatan banyak obat racikan dan jamu gendong tidak memenuhi syarat higienis baik bahan baku, proses produksi dan kemasan atau wadah.

????????????????????????????????????

Prof. Dr. Bernard dalam Seminar Nasional di Fakultas MIPA UNS

Sementara itu dari kalangan industri hadir Prof. Dr. Bernard T. Widjaja, M.M. dari PT Martina Berto, Tbk (Martha Tilaar Group) dan Drs. Nyoto Wardoyo, Apt. (Dirut PT Deltomed Laboratories).  Baik Prof, Bernard maupun Drs. Nyoto sepakat untuk membuat inovasi produk jamu, dari produk jamu yang pahit rasanya menjadi produk jamu yang manis dan disukai oleh masyarakat tanpa menghilangkan kasiatnya. Mereka berdua sadar bahwa obat herbal atau jamu tradisional menjadi unggulan inovasi, karena alam Indonesia yang sangat subur sehingga sangat mendukung pengembangan obat tradisonal.

Bahkan PT Martha Tilaar Group membuka peluang kerjasama penelitian dengan pihak akademisi tidak terkecuali dengan pihak UNS untuk mengembangkan obat herbal dengan membuka unit Martha Tilaar Inovation Center. Bekerjasama dengan Kemenristekdikti, Martha Tilaar Inovation Center mengundang para peneliti yang berminat di bidang tanaman obat herbal untuk bekompetisi dalam Ristekdikti-MTIC Award 2017 dengan mengumpulkan hasil penelitian tentang tanaman obat.

Hadir sebagai pembicara terakhir adalah Dinar Sari Cahyaningrum W., S. Farm, M.Si kandidat doktor dari Leiden University sekaligus pakar Herbal dari FMIPA UNS yang mengupas dari segi ilmiah perihal tanaman yang berhasiat obat.  [M2]

????????????????????????????????????

Dyan Prabaswara Menerima Piala Sebagai Mahasiswa Berprestasi 2017

Suatu kekurangan yang dimilki harus bisa kita tutupi dengan suatu kelebihan atau kemampuan yang lain. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan sosok Dyan Prabaswara, mahasiswa program studi S1 Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS). Berkat kreatifitas, inovasi, motivasi dan kerja keras mengantarkan Dyan penyandang low vision menjadi mahasiswa berprestasi tingkat Fakultas tahun 2017.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2017 Fakultas MIPA yang diselenggarakan pada hari Sabtu (4/3) di Hotel Dana Surakarta mengantarkan Paramuditaya Dyan Prabaswara menjadi mahasiswa berprestasi dengan menyisihkan perwakilan terbaik dari 7 program studi sarjana yang ada. Sederet prestasi tingkat internasional telah diraih Dyan diantaranya adalah berhasil menorehkan prestasi di kompetisi tingkat Asia Pasifik, Global IT Challenge for Youth with Disabilities (GITC) 2015 yang diadakan di Universitas Multimedia Nusantara. Dalam ajang ini, Dyan, begitu ia biasa disapa, meraih 3 gelar sekaligus. Ia meraih medali di dalam kategori e-Tools dan e-Life Map. Bahkan yang paling hebat, Dyan berhasil dinobatkan sebagai Global IT Leader atas prestasinya sebagai juara di banyak kategori mengungguli peserta-peserta dari 15 negara yang ada.

????????????????????????????????????

Dyan ketika presentasi di depan Dewan Juri

Maka tidak salah jika Dyan dinobatkan menjadi mahasiswa berprestasi tingkat Fakultas tahun 2017.

“Keterbatasan penglihatan bukan menjadi penghalang bagi kita untuk berkarya,” demikian dikatakan Dyan saat ditemui disela-sela Pilmapres. Rintangan pada suatu kehidupan amatlah bervariasi. Namun dari semua rintangan yang ada, semua memilki satu kesamaan yaitu sama-sama harus dihadapi dan dilalui. Dari sinilah Dyan berfikir, untuk mengatasi keterbatasan penglihatan yang selama ini dia dan banyak orang alami harus diciptakan sebuah piranti yang membantu penyandang disabilitas penglihatan mengenali objek-objek disekitarnya.

Topi pintar atau Smart Cap, piranti yang digagas Dyan mampu mengenali benda, jalan, wajah, hewan, tumbuhan dan bentuk citra baru yang dapat diperbaharui sesuai dengan pengalaman pengguna. Topi pintar akan mengantarkan penyandang disabilitas penglihatan pada kemandirian hidup, dimana mereka tidak akan terlalu membutuhkan orang lain untuk menjelaskan apa yang berada disekitarnya. [M2]