FMIPA UNS – Tim Riset Ekologi Program Studi S1 Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Workshop Kelola Sampah dan Adhiwiyata”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Sampah Endah Asri, Pandes RT 07/RW 13, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memahami konsep pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan lingkungan. Guru diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah
Kegiatan workshop diselenggarakan di Ruang Podang 1, Gedung Setda Lantai 2 Kabupaten Karanganyar pada Selasa, 14 Juli 2026, dan diikuti oleh guru-guru SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Karanganyar. Workshop tersebut juga dihadiri oleh Pokja dengan topik mengenai pengelolaan sampah di Pemkab Karanganyar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Materi pelatihan disampaikan oleh Tim Riset Ekologi, Dr. Irfan AN (Ketua Tim Riset Ekologi), dengan anggota: Dr. Muhammad Indrawan, Titi Wahyuni, M.Sc., Prof. Dr. Sunarto, Sapta Suhardono, M.Sc., dan Ahmad Dwi Setyawan, M.Si.


Etik Yuliastuti, M.Si. dari DLH Karanganyar membuka dengan materi “Darurat Sampah di Indonesia”. Materi tersebut berisi tentang penguatan Ekoteologi praktis di Sekolah/Madrasah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang disampaikan oleh bapak Dr. Irfan A.N. Adapun materi Adhiwiyata 1 mengenai Dasar Hukum Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 disampaikan oleh Dr. Muhammad Indrawan, dan Titi Wahyuni, M.Sc. Materi Adhiwiyata 2 Pelaksanaan Pro Adhiwiyata (Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan), dan solusi praktis kelola sampah di Sekolah oleh Siti Muslimah, M.Si. (Ketua BSEA).
Ketua Tim Riset Ekologi, Dr. Irfan AN, menjelaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan. Sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan sejak dini. Ia menyoroti tentang pembelajaran Pendidikan Agama yang belum berdampak nyata dalam kehidupan, terutama terkait dengan rendahnya kesadaran dan perilaku ramah lingkungan.
Kegiatan ini telah membuktikan bahwa telah terselenggaranya program kemitraan yang berdampak positif dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan kepada masyarakat luas, dalam hal ini yaitu pengenalan wawasan adhiwiyata dan tata kelola sampah kepada tenaga pendidik di satuan Pendidikan SMA, SMK, MA di Kabupaten Karanganyar. Tujuan tersebut sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) tujuan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab), dan SDG 17 (Partnership for the goals).
Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh materi mengenai prinsip-prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), penguatan kelembagaan bank sampah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta strategi pengembangan bank sampah sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif dan berbagi praktik baik mengenai pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Tidak hanya sampai di situ, melalui kegiatan tersebut peserta juga didorong untuk mengembangkan berbagai program sekolah berwawasan lingkungan, seperti pembentukan bank sampah sekolah, pemilahan sampah sejak dari sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta berbagai kegiatan edukasi lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan dunia pendidikan, Tim Riset Ekologi FMIPA UNS berharap semakin banyak sekolah yang mampu menjadi pelopor pengelolaan sampah berkelanjutan. Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menanamkan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda demi terwujudnya masyarakat yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
[Humas Fakultas MIPA UNS]


