FMIPA UNS – Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro, S.Si., M.Kom. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (10/2/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, senat akademik, sivitas akademika, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dewi Retno Sari Saputro menyampaikan orasi ilmiah berjudul: “Dialektika Data Teks, Sentimen serta Realitas Sosial dalam Perspektif Statistika Machine Learning.”
Orasi ilmiah ini menyoroti hubungan dinamis antara data teks yang terekam melalui aktivitas digital, analisis sentimen yang muncul dari opini publik, serta realitas sosial yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Prof. Dewi menekankan bahwa jejak digital manusia—baik melalui media sosial, forum daring, berita, maupun komentar publik—merupakan sumber informasi penting untuk memahami perilaku dan kecenderungan sosial secara lebih luas.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi telah mengubah cara manusia mengekspresikan pendapat dan emosi. Fenomena ini melahirkan peluang baru dalam bidang statistika dan machine learning untuk mengurai pola-pola sosial yang sebelumnya sulit dipetakan.
“Data teks bukan hanya sekumpulan kata. Ia adalah refleksi emosi, opini, bahkan konflik sosial yang hidup dalam ruang digital. Melalui statistika machine learning, kita dapat membaca pola sentimen untuk memahami realitas sosial secara lebih terukur,” ungkap Prof. Dewi dalam orasinya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa analisis sentimen tidak sekadar bertujuan memetakan opini positif atau negatif, tetapi juga dapat digunakan untuk melihat dinamika sosial, seperti kecenderungan masyarakat terhadap isu tertentu, respons publik terhadap kebijakan, hingga perubahan persepsi sosial dari waktu ke waktu.
Prof. Dewi juga menekankan bahwa dialektika antara data digital dan realitas sosial harus dipahami secara kritis. Sebab, apa yang muncul di ruang digital tidak selalu sepenuhnya merepresentasikan kondisi nyata masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan statistika yang kuat, model machine learning yang adaptif, serta perspektif sosial yang menyeluruh agar interpretasi data tidak menimbulkan bias.
Orasi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa ilmu statistika dan kecerdasan buatan kini berperan besar dalam memahami manusia, tidak hanya dari angka-angka, tetapi juga dari narasi, bahasa, serta ekspresi emosional yang tertuang dalam data teks.
Pengukuhan Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro sebagai Guru Besar ini menjadi tonggak penting bagi UNS dalam memperkuat kontribusi akademik, khususnya dalam pengembangan riset lintas disiplin yang menggabungkan statistika, machine learning, dan kajian sosial berbasis data.
[Humas Fakultas MIPAUNS]

