FMIPA UNS – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Program Studi Matematika mengambil langkah strategis dengan menggalang sinergi antara ilmu matematika dan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya dalam ekspor produk handycraft dan meuble. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Februari hingga Juli 2024 di Cafe Librairie, Jl Lumban Tobing No. 2, Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut melibatkan 8 orang mahasiswa dari Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Program hibah MBKM yang bertajuk “UMKM Naik Kelas dengan Pembentukan Agregator Produk Ekspor Handycraft dan Meuble di Solo Raya” didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sutanto, S.Si., DEA, dan berkolaborasi dengan agregator ekspor berlawalata. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu UMKM meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di pasar ekspor yang semakin kompetitif. Kegiatan terlaksana dilatarbelakangi ketika melihat banyaknya UMKM dengan karakteristik berpenghasilan rendah karena tidak mampu bersaing dengan produk perusahaan domestik dan perusahaan asing.

Disisi lain, dalam penjualan ekspor masih banyak UMKM yang produknya belum berstandar ekspor. Oleh karena itu, dibuatlah pembinaan dan kurasi produk untuk membantu pelaku UMKM agar produknya memiliki kualitas ekspor. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan MBKM bertugas membantu dan mendampingi UMKM dalam menyelesaikan masalah optimasi container dengan membuat simulasi memasukkan semua produk ke dalam container menggunakan aplikasi Easy Cargo, memaksimalkan jumlah barang yang masuk sehingga mendapatkan harga jual per produk seminimal mungkin, serta mengenalkan aplikasi Easy Cargo untuk menyelesaikan permasalahan mengenai optimasi kontainer.

Hal diatas seperti apa yang disampaikan oleh Dr. Sutanto, selaku DPL kegiatan ini. “Banyak UMKM di Solo Raya yang memiliki potensi namun masih menghadapi kendala dalam memenuhi standar ekspor. Melalui MBKM, kami membina dan mengkurasi produk mereka serta memberikan solusi dalam optimasi pengemasan produk menggunakan teknologi aplikasi Easy Cargo,” terang Sutanto

Salah satu tahapan awal program ini adalah kunjungan langsung ke lokasi UMKM pada hari Jumat (7/6/2024) di Solo Raya. Mahasiswa MBKM melakukan pendekatan langsung dengan para pengrajin untuk memahami proses produksi dan kualitas produk yang dimiliki, sebagai langkah awal dalam membantu UMKM meningkatkan standar produknya. Aplikasi Easy Cargo menjadi salah satu alat penting dalam kegiatan ini, memungkinkan UMKM untuk melakukan simulasi pengoptimalan kontainer sehingga memaksimalkan kapasitas pengiriman produk mereka tanpa membuang-buang ruang yang berharga. “Dengan teknologi ini, kami harap UMKM dapat lebih efisien dalam distribusi produk ke pasar internasional,” tambah Sutanto.

Indikator keberhasilan program ini akan dapat dilihat secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, mempermudah pemasaran produk-produk UMKM dalam ekspor. Indikator keberhasilan akan dilakukan dengan mengumpulkan testimoni dari pelaku UMKM. Secara kuantitatif, target rata-rata ekspor produk setiap tahun secara kumulatif adalah empat (4) kontainer setiap tahun sesuai musim di Eropa dengan harapan banyak pelaku UMKM terbantu dalam memasarkan produknya ke pasar Internasional. Diharapkan, program MBKM ini tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi UMKM di Solo Raya dalam meningkatkan daya saing produk ekspor, tetapi juga menjadi contoh bagi pengembangan UMKM di daerah lainnya di Indonesia. [Humas Fakultas MIPA UNS]