FMIPA UNS – Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan riset bertaraf internasional melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program akademik global. Salah satu implementasi nyata diwujudkan melalui partisipasi Fauziyah Azhari, mahasiswa Program Magister Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, dalam Program UNS Global Challenge 2026. Kegiatan tersebut berlangsung melalui kegiatan research visit di Universiti Malaya pada 1–30 April 2026. Program Global Challenge merupakan skema mobilitas internasional outbound yang diselenggarakan oleh International Office UNS guna memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan penelitian, serta jejaring internasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman riset, tetapi juga mendapatkan wawasan lintas budaya dan perspektif global dalam menghadapi tantangan ilmiah serta pengembangan teknologi berkelanjutan.
Dalam program tersebut, Fauziyah Azhari menjalankan penelitian di Nanotechnology & Catalysis Research Centre (NANOCAT), Universiti Malaya. Penelitian Fauziyah berfokus pada sintesis dan karakterisasi niobium berbasis metal-organic frameworks (Nb-MOFs) untuk aplikasi konversi biomassa. Penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi hubungan antara struktur katalis dan performa material dalam mendukung proses konversi biomassa yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Witri Wahyu Lestari, S.Si., M.Sc. selaku dosen pembimbing dari UNS serta Dr. Lee Hwei Voon selaku supervisor di Universiti Malaya.

Kegiatan penelitian dilaksanakan secara kolaboratif bersama para peneliti, staf laboratorium, dan mahasiswa postgraduate di Universiti Malaya. Selama kegiatan berlangsung, berbagai aktivitas ilmiah dilakukan, mulai dari diskusi riset dengan supervisor, orientasi laboratorium dan pelatihan keselamatan kerja, preparasi sampel katalis, karakterisasi menggunakan FESEM-EDX, analisis data berbasis perangkat lunak ilmiah, hingga konsultasi akademik secara intensif. Proses karakterisasi memanfaatkan fasilitas instrumen yang tersedia di laboratorium NANOCAT, terutama Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM) dan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDX).
Metal-organic frameworks (MOFs) dikenal sebagai material berpori dengan luas permukaan tinggi, struktur yang dapat direkayasa, serta situs aktif yang mudah dimodifikasi, sehingga sangat potensial untuk aplikasi katalisis berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan struktur pada Nb-MOFs berpengaruh signifikan terhadap morfologi serta sifat fisikokimia katalis. Analisis FESEM memperlihatkan morfologi oktahedral yang relatif homogen, sedangkan hasil EDX mengonfirmasi keberadaan unsur karbon (C), oksigen (O), dan niobium (Nb) yang tersebar merata pada permukaan material.

Program ini memberikan penguatan keterampilan teknis laboratorium, kemampuan pengoperasian instrumen karakterisasi material, interpretasi data ilmiah, hingga kemampuan komunikasi dan kolaborasi akademik internasional. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut membuka peluang pengembangan publikasi ilmiah bersama, kolaborasi penelitian lanjutan, serta perluasan jejaring akademik di bidang katalisis dan material berkelanjutan. Luaran dari kegiatan research visit ini diharapkan dapat mendukung penyusunan tesis magister, persiapan manuskrip ilmiah, pengembangan kolaborasi internasional di masa mendatang, serta penelitian mengenai pengembangan katalis berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan riset internasional serta meningkatkan daya saing akademik global.
Partisipasi dalam program ini menjadi bagian dari kontribusi UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan berbasis riset, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan material katalis berkelanjutan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan biomassa sebagai sumber daya terbarukan, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
[Humas Fakultas MIPA UNS]


