FMIPA UNS – Tim Dusun Binaan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR) UNS bidang Pharmaceutical Technology and Drug Delivery menyelenggarakan serangkaian kegiatan inspiratif di RW 39 Dusun Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan, mengenal profesi kefarmasian, memahami berbagai bentuk sediaan obat, serta menggunakan obat secara tepat dan aman sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Tim Pharmaceutical Technology and Drug Delivery diketuai oleh Prof. Dr. apt. Ahmad Ainurofiq, S.Si., M.Si. dengan anggota yang terdiri dari apt. Adi Yugatama, S.Farm., M.Sc., Ph.D.; apt. Fea Prihapsara, S.Farm., M.Sc.; apt. Hana Anisa Fatimi, S.Farm., M.Pharm.Sci.; apt. Imam Prabowo S.Farm., M.Farm.; serta apt. Rizky Dwi Larasati, S.Farm., M.S.Farm.
Sebagai rangkaian kegiatan dari Dusun Binaan HMF FMIPA UNS X PKM HGR UNS bidang Pharmaceutical Technology and Drug Delivery 2026, pada tanggal 6 Mei 2026 dilaksanakan kegiatan APISEMA atau Apoteker Cilik Sebelas Maret yang merupakan. Kegiatan APISEMA merupakan program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta penggunaan obat yang benar melalui pembelajaran interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini dibuat menarik dengan dibentuk petualangan yang terdiri dari empat pos edukasi, yaitu Misi Kuman Kabur, Misi Kenali Obat, Misi Bungkus Obat Yuk, dan Misi Simulasi Obat Tepat Tubuh Sehat. Setiap pos dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung sehingga peserta dapat memahami materi kesehatan dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Pada Pos 1 (Misi Kuman Kabur), peserta diajarkan mengenai pentingnya mencuci tangan dengan benar sebagai upaya pencegahan penyakit. Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai keberadaan kuman yang tidak terlihat oleh mata dan dampaknya terhadap kesehatan. Selanjutnya, peserta mempelajari enam langkah cuci tangan yang benar melalui demonstrasi dan lagu edukatif, kemudian mempraktekkannya secara langsung. Dalam memperkuat pemahaman, dilakukan eksperimen sederhana menggunakan air, bubuk lada sebagai simulasi kuman, dan sabun cair untuk menunjukkan bagaimana sabun dapat membantu menghilangkan kuman dari tangan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini serta meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyakit.
Pada Pos 2 (Misi Kenali Obat), peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis sediaan obat dan cara penggunaannya. Kegiatan dilakukan melalui permainan “kata rahasia” menggunakan larutan kunyit yang berfungsi menampilkan pesan tersembunyi pada kertas. Setelah menemukan kata tersebut, peserta diminta mencocokkan nama dan gambar sediaan obat serta pengelompokan obat berdasarkan cara penggunaannya, yaitu obat oral dan topikal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai bentuk-bentuk sediaan obat serta pentingnya menggunakan obat sesuai dengan aturan dan cara pemakaian yang tepat.

Pada Pos 3 (Bungkus Obat Yuk), peserta diperkenalkan dengan sediaan puyer dan proses pembungkusannya. Peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai pengertian dan fungsi puyer, kemudian diperlihatkan contoh puyer yang telah dibuat dengan benar. Setelah itu, peserta mempraktekkan secara langsung cara melipat dan membungkus puyer menggunakan bahan yang aman dengan pendampingan panitia. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran sederhana mengenai pekerjaan kefarmasian serta melatih keterampilan motorik, ketelitian, dan kerapian peserta dalam melakukan suatu proses sederhana yang berkaitan dengan pelayanan obat.
Pada Pos 4 (Obat Tepat, Tubuh Sehat), peserta mengikuti eksperimen gunung meletus mini menggunakan campuran baking soda dan cuka. Melalui percobaan ini, peserta mengamati terjadinya reaksi kimia yang menghasilkan gelembung dan busa menyerupai letusan gunung berapi. Hasil eksperimen kemudian dikaitkan dengan penggunaan obat, yaitu tidak semua obat atau bahan boleh dicampur sembarangan karena dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya menggunakan obat sesuai aturan dokter atau apoteker serta menanamkan kesadaran bahwa penggunaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

“Melalui berbagai permainan, simulasi, dan eksperimen sederhana, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mengenal jenis dan penggunaan obat yang benar, serta menyadari pentingnya penggunaan obat secara rasional sejak usia dini,” terang Prof. Ahmad Ainurofiq kepada tim mipa.uns.ac.id pada Selasa (02/06/2026)
Setelah seluruh kelompok menyelesaikan empat pos edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengulas kembali materi yang telah dipelajari pada setiap pos. Melalui sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan sederhana terkait empat pos yang telah diselesaikan. Kemudian dilakukan pembagian snack dan gantungan kunci sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, dilakukan pemberian hadiah kepada kelompok yang memperoleh nilai terbaik berdasarkan akumulasi penilaian dari seluruh pos yang telah diikuti mencakup kerja sama, kekompakan, dan keaktifan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan atas pelaksanaan kegiatan APISEMA.
[Humas Fakultas MIPA]


