Kehidupan di Solo

Solo merupakan kota strategis yang berada di Jawa Tengah. Meskipun tidak terlalu besar, namun Solo menyimpang berbagai macam hal yang membuatnya menjadi daya tarik bagi orang-orang dari berbagai daerah. Menjadi penghubung dua kota besar, Semarang dan Yogyakarta menjadikan Solo kota yang berkembang dengan pesat. Dengan slogannya Solo, Spirit of Java kota ini memang sudah menyihir jiwa banyak orang. Banyak orang masih bingung terhadap istilah Solo, Sala atau Surakarta. Solo, merupakan sebutan populer untuk Kota Surakarta. Bahkan, karena kelewat populernya, banyak yang mengira Surakarta itu bagian dari Solo, atau bahkan berada di luar Solo. Padahal, Surakarta adalah nama resmi yang digunakan untuk berbagai keperluan administratif tata pemerintahan/kenegaraan.

Akses Transprotasi

Untuk bisa mencapai kota Surakarta bisa dilakukan dengan menggunakan jalur darat dan udara. Melalui akses darat bisa menggunakan transportasi mengunakan kerata api atau pun bus. Terminal Tirtonadi merupakan salah satu terminal terbesar dan representative yang ada di Indonesia. Mudah diakses dari manapun, baik dari arah timur, barat, utara maupun selatan.  Dilengkapi juga dengan dua stasiun kereta api besar yaitu Stasiun Solobalapan dan Stasiun Purwosari untuk kereta lokal maupun kereta jarak jauh.  Saat ini juga tersedia Kereta Rel Listrik (KRL) untuk relasi Solo-Yogyakarta dengan jadwal yang cukup dan memadai. Sementara akses transportasi udara didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Adi Sumarmo  Solo (SOC) yang melayani penerbangan domestik dan Internasional. 

Kuliner 

Solo merupakan pusat kuliner khas. Hampir di setiap sudut kota, ada banyak penjaja kudapan hingga makanan tradisional. Beragam kuliner dan makanan khas Solo memang luar biasa banyak dan lezat. Dari tempat makan yang enak sampai tempat yang romantis. Rasakan nikmat dan lezatnya masakan yang tak lekang waktu di kota ini.

Selat Solo. Selama ini, gado-gado selalu dianggap sebagai salad orang Indonesia. Tapi, apakah kamu tahu bahwa Solo juga memiliki makanan khas yang menyerupai salad? Penyebutan “selat solo” berasal dari kata “selat” yang merupakan turunan dari kata “slaatje” dalam Bahasa Belanda yang berarti salad.

Nasi Soto. Salah satu kuliner yang wajib kamu coba adalah Nasi Soto. Soto Solo sendiri berisi nasi putih, sohun, ayam kampung suwir, dan kentang yang kemudian disiram kuah bening gurih. Kamu akan semakin lahap menyantap soto ini dengan tambahan lauk, seperti sate daging, sate usus, sate telur puyuh, sosis Solo, hati, ampela, tempe dan tahu goreng, serta perkedel.

Timlo. Timlo adalah sejenis sup berkuah kaldu bening dengan isi daging ayam suwir, potongan telur pindang, hati dan ampela, serta sosis Solo. Saat akan dinikmati, timlo bisa disantap polos dengan nasi putih atau disajikan bersama sambal dan perasan jeruk nipis.

Angkringan dan Wedangan. Solo disebut sebagai pelopor angkringan yang kini banyak ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Oleh karena itu, jangan beranjak dari kota ini sebelum mencicipi hidangan angkringan yang khas. Tak perlu khawatir dengan makanan yang sudah dingin, kamu bisa minta pelayan untuk memanaskannya lagi dengan cara dibakar di atas arang. Untuk minuman, kamu bisa menikmati aneka wedang seperti teh jahe, teh manis, wedang uwuh, bandrek, jahe susu, kopi jahe, dan sebagainya.

Tahu Kupat. Mendengar nama “tahu kupat” mungkin kamu langsung berpikir tentang salah satu makanan khas Bandung. Meski namanya sama, rasa dan penyajian kupat tahu di Solo berbeda. Seporsi tahu kupat berisi potongan tahu goreng, ketupat, bakwan, mi kuning, kol, dan kacang goreng, lalu disiram kuah kacang bercampur kecap. Makanan khas ini akan semakin lezat jika disantap bersama kerupuk gendar.

Bakmi Jawa. Bakmi jawa atau mi jawa adalah bakmi rebus yang dimasak dengan bumbu khas masakan Jawa. Kebanyakan bakmi Jawa adalah bakmi rebus. bakmi Jawa ini dikenal dengan sebutana mee rebus, akan tetapi sebenarnya terdapat variasi mi goreng dari bakmi Jawa.

Gudeg Ceker. Menikmati gudeg rupanya tak melulu harus pergi ke Yogyakarta. Di Solo, ada satu penjual gudeg legendaris bernama Gudeg Ceker. Sesuai namanya, gudeg ceker andalah ceker yang dimasak dengan bumbu gudeg ini rasanya sangat lezat dengan tekstur ceker yang lunak. Selain itu, rasanya pun gurih sehingga berbeda dengan gudeg Jogja. 

Sate Buntel. Sate buntel merupakan sate yang dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus dengan lemak kambing, lalu dibuntel (dililit) pada lidi dan kemudian dibakar. Rasanya sangat gurih.

Dawet Telasih. Siapa yang tak kenal es dawet? Jajanan legendaris ini cocok untuk menyegarkan dahaga di tengah teriknya cuaca Kota Solo. Untuk mendapatkan es dawet, datanglah ke Pasar Gede. Di pasar ini, ada banyak kedai yang menjual dawet enak.

Tengkleng. Tengkleng (sup dengan bahan utama tulang kambing) merupakan salah satu makanan khas di Solo. Tengkleng yang disajikan dengan bumbu rica-rica, tentu akan menambah selera makan bagi penggemar hidangan pedas.

Sate Kere. Kata “kere” dalam bahasa Jawa memiliki arti miskin, jadi “sate kere” bisa diartikan sebagai sate miskin. Sate kere terbuat dari campuran tempe gembus (ampas keledai) dan jeroan sapi yang ditusuk, dibakar di atas arang, dan disiram bumbu kacang kental. Meski sederhana, rasa sate kere tetap nikmat dan menjadi kesukaan semua kalangan.

Serabi Solo. Ada yang kurang lengkap jika ke Solo belum mencicipi Serabi. Sebenarnya di kota ini ada banyak penjual serabi, namun yang paling terkenal adalah Serabi Notosuman

X