700 an Mahasiswa Ikuti Sosialisasi Keselamatan Laboratorium

0
16

Keselamatan di laboratorium menjadi tanggungjawab bersama, baik itu pengguna maupun pengelola. Oleh karena pentingnya keselamatan lanoratorium, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan sosialisasi keselamatan laboratorium dan keselamat kerja di laboratorium.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 16 September 2017 dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru angkatan 2017 dan asiten laboratorium. Aula Gedung C Fakultas MIPA yang berkapasitas 700 orang penuh sesak dipadati oleh mahasiswa dari 9 (sembilan) program studi yang ada di Fakultas MIPA.

Dr. Sugiyarto selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyambut baik kegiatan ini. Beliau berharap acara sosialisasi laboratorium dan keselamatan kerja ini bisa menjadikan mahasiswa peduli dan waspada dengan keselamat kerja di laboraotorium dan acara ini juga menjadi salah satu syarat akreditasi internasionla AUN QA . Perlu diketahui bahwa salah satu proram studi d FMIPA yaitu Prodi Biologi tahun ini tengah mengajukan akreditasi internasional AUN QA .

“keselamatan laboratorium menjadi hal yang penting untuk pengguna laboratorium, dalam hal ini mahasiswa baik yang tengah praktikum maupun peneletian,” ujarnya

Menghadirkan tiga orang narasumber masing-masing Dr. Sayekti Wahyuningsih (Kepala Lab Terpadu FMIPA), Anang Kuncoro, M.Si (Laboran Kimia) dan Sakroni, S.Kom (Laboran dari Lab. Komputasi).

 

Dalam paparannya Dr. Sayekti menekankan pentingya kita untuk menjaga keselamatan ketika berada di laboratorium, karena jika  tidak berhati-hati, bukan saja kita tapi orang lain juga bisa celaka. Ada banyak bahan dilaboratorium yang punya tingkat bahaya berbeda-beda, sehingga kita harus jeli ketika membaca label yang ada di kemasan. Ada bahan yang mudah terbakar, ada yang bersifat korosif, bahkan ada yang mudah meledak.

“Kita harus jeli ketika membaca label hazard, karena setiap bahan diperlakukan sesuai dengan karakternya,” ujar Dr. Sayekti.

 

Untuk mengantsipasi jika tejadi kebakaran, peserta juga diajak untuk praktek menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hai ini sebagai bentuk antisipatif jika terjadi kebakaran ringan. Mahasiswa diharapkan secara mandiri bisa menggunakan APAR untuk memadamkan api.  [M2]